Bulan: Oktober 2022

Rekomendasi Minuman Khas Solo

jalanjalanaja.com – Minuman ciri khas Solo ada dalam variasi dingin dan hangat. Ke-2 nya memberi kesan fresh yang sama pecah di kerongkongan! Rekan Pelancong yang hendak atau sedang jalanan ke Solo harus sekali nyicipi minuman-minuman ini. Sesudah kenyang dengan Selat Solo, Tengkleng, Sate Kere sampai Timlo, waktunya melepaskan dahaga sama mereka. Apa minuman-minuman ciri khas Solo? Inilah!

Es Teler Kobar

Es Teler Kobar sebagai menu unggulan yang dipasarkan di salah satunya tempat kongkow hebat di Solo. Nama tempatnya ialah Es Kobar. Minuman ini berisikan kelapa muda, alpukat dan beberapa bahan lain yang biasa berada di dalam satu porsi es teler. Rekan Pelancong dapat icip kesegaran es ini di muka Lapangan Kota Barat. Satu porsi es teler yang dipasarkan di sini, lumayan murah, cuma sekitaran Rp 8 ribu.

Es Dawet Jeruk Nipis

Minuman ciri khas Solo yang hendak pecah di kerongkongan karena sangat segarnya ialah Es Dawet Jeruk Nipis. Sejauh ini Es Dawet dikenali sebagai minuman dengan kuah santan dan gula merah, tetapi pada tempat Pak Cip, yang telah berjualan semenjak 40 tahun kemarin, dawet tidak dihidangkan dengan kombinasi santan tetapi sirup merah dan perasan jeruk nipis. Untuk rasakan kesegarannya, Rekan Pelancong dapat tiba ke teritori Pasar Kadipolo. Di situ, ada Dawet Pak Cip yang legendaris. Harga? Sekitaran Rp 3 ribu untuk segelas.

Baca Juga : 10 Makanan Khas Garut yang Terkenal Lezat

Es Potjong

Es Potjong sebagai salah satunya minuman yang hits di Solo. Bukannya menakutkan, satu porsi Es Potjong ini beri kesegaran, Rekan Pelancong. Di pada sebuah gelasnya, ada bubur sumsum, sirup merah, krimer, mochi dan bermacam topping yang modern, seperti oreo, cereal, nata de pas, buah strawberry atau kelapa muda. Warung yang jual Es Potjong dapat diketemukan disekitaran Jalan Slamet Riyadi. Harga? Masih di bawah Rp 10 ribu.

Wedang Asle
Satu mangkuk Wedang Asle yang Cantik Cakap dan Beri kesegaran
Satu mangkuk Wedang Asle yang Cantik Cakap dan Beri kesegaran lewat Instagram/jajansolo
Minuman ciri khas Solo ini akan memberi Rekan Pelancong kehangatan. Ya. Karena Wedang Asle memang dihidangkan hangat. Dalam semangkuknya, ada ketan putih yang rasanya manis, potongan agar-agar, roti tawar lalu disiram dengan santan hangat. Cocok sekali dimakan malam hari. Pedagang Wedang Asle di Solo, tidak susah diketemukan. Disamping itu, satu jatahnya ramah kantong.

Wedang Uwuh

Dengan bahasa Jawa, ‘uwuh’ ini berarti sampah. Disaksikan dari penyuguhannya, Wedang Uwuh memang seperti timbunan sampah. Walau sebenarnya, tidak demikian. Dalam satu porsi Wedang Uwuh, Rekan Pelancong akan mendapati potongan jahe, kayu secang, kayu manis, cengkih, kapulaga, daun pala berikut palanya, serai dan gula batu. Semua digabung menjadi satu, hingga seperti timbunan sampah.

Walau demikian, tidak boleh ragukan manfaatnya. Karena dibuat dari herbal, minuman ini punyai faedah besar untuk badan. Dia bisa tolong memelihara stamina, turunkan kandungan cholesterol dan menangani pegal dan lelah. Wah pas ya, sesudah capek sepanjang hari jalanan di Solo, minum Wedang Uwuh langsung fresh kembali.

Wedang Ronde

Minuman ciri khas Solo ini, punyai faedah untuk badan. Saat menyesapnya, Rekan Pelancong akan rasakan hangat air jahe dan sereh yang telah digabung gula. Disamping itu pada sebuah jatah Wedang Ronde, ada mochi ketan, kacang tanah sangrai, roti tawar yang diiris-iris dadu dan kolang kaling yang diiris-iris tipis. Selainnya hangat dan berguna, minuman ini mengenyangkan.

Daftar Makanan Tradisional Khas Solo

jalanjalanaja.com – Solo atau Surakarta, dikenali sebagai kota yang kental akan budaya dan tradisi istiadat Jawa. Disamping itu, kota ini punyai beragam makanan ciri khas yang paling mengunggah hasrat. Kulineran ciri khas Solo dapat disebut cukup bermacam, seperti Timlo Solo, Cabuk Rambak, Nasi Liwet Solo, dan yang lain. Bukan hanya makanan, kota yang kental akan tradisi istiadat keraton Surakarta ini mempunyai beberapa jajan menarik. Pelancong dapat bertandang ke beragam tujuan rekreasi di Kota Solo, sekalian memburu kulineran unik dan tidak biasa di situ.

Nasi Liwet Solo

sebuah sajian referensi makanan ciri khas solo. Terbagi dalam nasi renyah yang dipadankan bersama sayur jipang, telur, daging ayam, santan mengenal, opor dan beberapa bahan makanan lain. Nasi liwet dihidangkan dengan memakai daun pisang.

Langkah penyuguhannya termasuk unik karena daun pisangnya ditekuk dan dipasangkan memakai lidi supaya seperti kerucut. Warga disebutkan dengan pincukan.

Baca Juga : Mengintip Pesona Keindahan Danau Kaco di Jambi

Ada banyak warung makan di Solo yang jual nasi liwet, Anda dapat tiba ke wilayah mangkunegaran, disitu banyak penjual nasi liwet. Kota Solo sama dengan makanan yang ini. Referensi makanan Ciri khas Solo ini dapat dijumpai nyaris setiap pojok kota itu.

Sambal Goreng Labu Siam

Berkunjung Kota Solo, kurang komplet rasa-rasanya bila tidak mencicip nasi liwet yang dihidangkan juga sambal goreng labu siam. Kehadirannya akan membuat lidah kita makin asyik rasakan kulineran nasi liwet.

Tengkleng

Tengkleng sebagai makanan dengan memakai daging kambing sebagai material dasarnya. Tengkleng semakin banyak berisi tulang kambing dengan sedikit daging yang melekat. Secara sepintas masakan yang ini serupa dengan gulai, tapi kuahnya sedikit encer.

Tengkleng mempunyai cita-rasa pedas dan gurih, hingga membuat kita makin nikmat saat mencicipinya. Makanan yang dengan bahan dasar dalaman daging kambing ini punyai rasa yang sedap. Tengkleng menjadi satu diantara kulineran populer asal Kota Solo.

Krengsengan

Krengsengan Mempunyai penampilan serupa semur daging, krengsengan dapat dijadikan salah satunya menu kulineran yang dikonsumsi saat ada di Solo. Makanan ciri khas Solo ini dibikin dari daging kambing dan biasa dihidangkan dengan petis. 5. Gudeg Ceker Solo punyai gudeg. Namanya gudeg ceker. Kulineran ini dapat dijumpai disekitaran Jalan Monginsidi, Surakarta. Kabarnya, warung yang menawarkan menu ini telah ada sekitaran tahun 1960-an dan tak pernah sepi pengunjung.

Rekomendasi Restoran Steak Di Daerah Jakarta

jalanjalanaja.com – Siapa, sich, yang tidak sukai makan steak? Sajian berbentuk potongan daging utuh yang dipanggang ini memang jadi opsi sedap buat makan malam kamu.

Meskipun kelihatan gampang untuk diolah, steak sendiri sebagai sajian yang kompleks. Ada banyak tipe daging, tipe potongan daging, tehnik masak, wewangian, sampai elemen lain dalam sajian steak yang membuat tiap steak di beberapa restaurant mempunyai rasa yang lain.

Buat nikmati rasa dan kualitas steak terbaik, tuch, sudah tentu kamu harus tiba ke steakhouse alias restaurant specialist steak terbaik dengan kualitas daging yang tidak bermain-main.

Meskipun sebagai makanan ciri khas Western, kamu tak perlu jauh ke luar negeri untuk nikmati cita-rasa steak yang autentik, kok.Berikut adalah rekomendasi berbagai restoran steak di daerah Jakarta.Penasaran? Mari kita simak info selengkapnya.

Wolfgang’s Steak House Jakarta

Kesan makan steak di New York dapat kamu alami langsung di restaurant Steak di Jakarta satu ini! Yup, Wolfgang’s Steakhouse ialah restaurant steak autentik asal New York yang buka cabang di Jakarta.Rupanya, Jakarta sebagai cabang ke-25 di dunia dan ke-14 di Asia dari Wolfgang’s Steakhouse, lho. Jika sudah go-international ini, tentu masalah rasa dan kualitas daging steak-nya tidak perlu disangsikan kembali!

Wolfgang’s Steakhouse populer menyuguhkan daging steak dry aged, atau yang sudah lewat proses “pembusukan” oleh bakteri dan diletakkan dalam suatu ruang yang temperatur, kelembapan. dan lingkungannya benar-benar termonitor.Daging dry age ini dapat hasilkan daging yang halus dan empuk. Tidak perlu banyak bumbu, dengan secubit garam saja kamu dapat rasakan kepuasan steak berkualitas tinggi yang menjadi unggulan di restoran ini.

CUTTS Steakhouse

Jika kamu ingin nikmati steak pada harga lebih dapat dijangkau, di Kebayoran Baru ada restaurant steak namanya CUTTS Steakhouse yang menyuguhkan steak berkualitas dengan daging lokal.CUTTS Steakhouse menunjukkan jika daging lokal dapat berkompetisi dengan daging import dan rasanya tidak kalah nikmat. Daging steak yang dijajakan di restaurant ini sebagai secondary cuts yang jarang-jarang di Indonesia.

Baca Juga : Mengintip Pesona Keindahan Danau Kaco di Jambi

Jika ingin makan daging wagyu ciri khas Jepang, kamu dapat coba ‘wagyu’ ciri khas Indonesia yang dari Pulau Sumatra, nih. Rupanya, daging itu datang dari peternakan yang sediakan pakan ternak dari buah nanas hingga membuat daging menjadi lebih unik dan berkualitas. Duh, jadi semakin ingin tahu!

Super Steak

Kamu kemungkinan tidak menduga jika restaurant rumahan ini menyuguhkan salah satunya steak terenak di Jakarta. Super Steak menyuguhkan menu steak classic dengan situasi rumahan yang buat kerasan. Apa saja opsinya, Buttered Garlic ialah topping yang harus kamu coba. Selainnya daging berkualitas hebat, restaurant ini punyai menu khusus, yakni Bone Marrow alias sumsum sapi panggang!

Abuba Steak

Berikut restaurant steak nikmat di Jakarta buat kamu yang ingin nikmati cita-rasa yang dekat di lidah. Abuba Steak punyai bermacam opsi, dimulai dari daging lokal dan import, wagyu, sampai ikan, ayam, dan daging kambing. Opsi makanan pengiringnya nikmat dan mengenyangkan, seperti salad dan pasta. Lebih bagus kembali, Abuba Steak sudah kantongi sertifikat halal dari MUI.

Gandy Steakhouse

Gandy Steak sudah ada dalam daftar steak nikmat di Jakarta semenjak tahun 1973. Pada zaman tahun 1990an, restaurant ini adalah tempat kencan romantis muda-mudi ibu-kota. Gandy Steak juga masih tetap menjaga cita-rasanya yang cicipi sampai sekarang. Coba Steak Ala-ala Gandy yang meripakan sajian unggulannya. Dagingnya yang renyah bersatu dengan mentega wangi, dihidangkan di atas hot plate hingga masih tetap hangat sampai gigitan paling akhir.

Pesona Keindahan Dari Pantai Ora di Maluku Tengah

Pesona Keindahan Dari Pantai Ora di Maluku Tengah – Pantai Ora namanya mungkin terdengar asing di telinga, tetapi keindahan yang dipunyai Pantai Ora akan membius siapa saja yang datang.

Lautan yang jernih, alam yang indah, dan udara yang bersih merupakan sedikit gambaran tentang keindahan di Pantai Ora. Apalagi ada pula yang menyandingkannya dengan keindahan yang ada di Maldives ataupun Maladewa.

Alam Indonesia sangat sangat luar biasa, kemampuan alam yang dimilikinya begitu bermacam- macam. Mulai dari air terjun, danau, bukit, gunung, pula pantai.

Macam Wisata Seru Di Pantai Ora

Pantai Ora, membuat siapa saja terpikat. Keindahan Pantai Ora membagikan suasana romantis dalam kedamaian, sehingga banyak pula wisatawan yang tiba buat honeymoon bersama pendamping.

Tidak hanya menikmati suasana yang didatangkan, Pantai Ora pula akan membagikan treatment wisata buat kalian dengan bermacam macam wisata yang nyatanya seru banget. Antara lain:

1. Snorkeling

Macam wisata yang pertama pasti saja bermain air di perairannya yang jernih, sampai- sampai kalian dapat melihat dengan jelas terumbu karang yang terletak di bawah laut.

Pantai Ora mempunyai perairan yang lumayan tenang, sehingga aktivitas snorkeling maupun diving akan sangat mengasyikkan. Lebih seru lagi sebab kalian bisa berenang langsung dari kamar.

Dipastikan aktivitas bermain air kalian akan memorable banget, melihat seluruh keindahan dasar laut dari Pantai Ora yang begitu mempesona.

Tidak hanya snorkeling, kalian pula bisa bersantai di atas hamparan pasirnya yang berwarna putih lembut. Ataupun dapat pula bermain ayunan yang ada di bibir pantai.

Di malam hari, kalian bisa melihat bintang- bintang yang menghiasi langit. Sebab udara di dekat Pantai Ora masih bebas dari polusi, hingga akan nampak dengan jelas.

Baca Juga: Mengintip Pesona Keindahan Danau Kaco di Jambi

2. Mendatangi Tebing Hatupia

Berikutnya yakni mendatangi Tebing Hatupia, ialah suatu tebing batu yang menjulang besar ke atas. Jarak dari resort cuma dekat 10 menit saja, dengan memakai boat.

Di dekat Tebing Hatupia kalian bisa melaksanakan snorkeling, bersantai di dermaga simpel, dan berfoto dengan latar yang sangat eksotis.

3. Pulau Di Dekat Pantai Ora

Di dekat Pantai Ora ada sebagian pulau, ialah:

  • Pulau Sawai
  • Pulau Raja
  • Pulau Kelelawar
  • Pulau 7
  • Pulau Tengah
  • Pulau Sapalewa

Pulau- pulau tersebut akan membagikan sensasi yang berbeda, salah satunya kalian akan menemukan kebudayaan lokal dari warga yang mendiaminya.

4. Eksplor Goa Laut

Lokasi Goa Laut bersebelahan dengan Tebing Hatupia, di mari kalian bisa mengeksplor keindahan dari Goa Laut dengan metode berenang.

Kala berenang kalian wajib berjaga- jaga, sebab lokasinya yang kecil dan lautannya yang lumayan dalam. Sangat cocok buat kalian yang telah pandai berenang dan mempunyai jiwa petualang yang besar.

5. Bermain Air Di Air Balanda

Berikutnya ada Air Balanda, dimana airnya berasal dari suatu mata air yang timbul dari dalam tanah. Mitos yang tersebar tentang Air Balanda ini yakni terus menjadi terik matahari yang bersinar, hingga airnya akan terus menjadi sejuk.

Cocok banget buat berendam dan bersantai sejenak diantara rindangnya pepohonan sehabis bermacam- macam kegiatan yang kalian jalani di pantai.

Sungainya ngga begitu dalam cuma setinggi kaki orang berusia, airnya mempunyai rasa yang tawar pula menyegarkan. Berbeda dengan air laut yang rasanya asin.

6. Menginap Di Resort Ala Maldives

Buat menikmati keindahan dari Pantai Ora ngga lumayan cuma 1 ataupun 2 jam saja, kalian wajib mengosongkan waktu yang lumayan lama bila hendak mengeksplor seluruh kemampuan alam yang dipunyai Pantai Ora.

Di dekat Pantai Ora ada suatu resort dengan mengambil konsep ala- ala Maldives, dimana ada kamar- kamar yang letaknya terletak di atas laut.

Resort tersebut bernama Ora Beach Eco Resort, harga per malamnya worth it lah dengan fasilitas yang bisa kalian terima. Ialah penjemputan dari Lapangan terbang sampai datang di Ora Beach kembali berangkat, ditambah dengan fasilitas snorkeling dan mendatangi sebagian lokasi di dekat Pantai Ora.

Lokasi Dan Alamat Pantai Ora

Lokasi Pantai Ora terletak di tepi hutan Taman Nasional Manusela, tepatnya terletak di Pulau Seram. Secara administrasi terletak di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Mengintip Pesona Keindahan Danau Kaco di Jambi

Mengintip Pesona Keindahan Danau Kaco di Jambi – Danau Kaco merupakan salah satu danau yang terletak di Desa Lempur, Kabupaten Kerinci. Danau ini mempunyai keunikan tertentu sebab sanggup memancarkan cahaya disaat malam bulan purnama. Mempunyai air bercorak biru, membuat danau ini sangat menawan dan mempesona.

Halaman Nasional Kerinci Seblat menaruh bermacam keindahan alam yang sanggup menghipnotis jutaan pasang mata. Tidak heran rasanya bila kawasan ini sering jadi destinasi wisata mulai dari wisatawan lokal sampai mancanegara. Pada wilayah ini pula mempunyai sebagian danau menawan dan pula mempesona, salah satu diantarannya merupakan Danau Kaco.

Ialah salah satu danau dari 5 danau yang ada di Desa Lempur, tempat wisata ini mempunyai energi tarik dan keunikan tertentu. Jernih dan birunya air danau sanggup memancarkan kemilau cahaya, bak intan permata di tengah hutan belantara. Danau juga terus menjadi mempesona, dengan keindahan alam dekat yang masih asri dan terpelihara.

Secara geografis, Danau Kaco terletak pada Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Berjarak kurang lebih 40 km dari Kota Sungai Penuh, wisatawan dapat mengarah ke Desa Lempur dengan ekspedisi yang memakan waktu kurang lebih 40 menit sampai satu jam. Ada angkutan universal yang dapat digunakan, namun wisatawan pula bisa memakai kendaraan individu baik motor maupun mobil.

Usai datang di Desa Lempur, ekspedisi mengarah danau wajib dilanjutkan dengan trekking sepanjang kurang lebih 3 jam. Lebatnya hutan yang masih lestari juga wajib dilalui wisatawan buat mengarah ke posisi danau. Bermacam rintangan semacam melewati sungai, medan terjal pula jadi tantangan yang wajib ditaklukkan. Ekspedisi ini sangat sesuai untuk para wisatawan yang hobi berpetualang di alam liar.

Baca Juga: Mengintip Pesona Keindahan Alam di Nusa Penida Bali

Pesona Danau Kaco

Dalam ekspedisi, wisatawan akan di sambut dengan bermacam fenomena alam semacam kicauan burung- burung liar nan merdu. Tidak tidak sering, akan didengar pula suara- suara serangga yang akan setia menemani ekspedisi travellers. Hutan yang masih asri dan hijaunya pepohonan sangat nikmat ditatap mata, tidak hanya itu hawa sejuk dataran besar juga dapat dialami.

Berlokasi di wilayah dataran besar, Danau Kaco terletak pada ketinggian menggapai 1. 289 m diatas permukaan laut. Tidak semacam danau- danau yang ada di Kerinci yang lain, danau ini relatif lebih kecil. Luasnya cuma dekat 90 m persegi, dan kedalaman yang masih belum dapat diukur. Pernah diadakan riset di danau ini, tetapi anehnya para penyelam senantiasa kehilangan oksigen dikala belum memegang bawah danau.

Pesona danau juga akan mendadak menyembuhkan rasa penat wisatawan usai melaksanakan ekspedisi yang menghabiskan tenaga. Hamparan air danau yang biru, dan jernihnya air jadi fenomena unik ditengah lebatnya hutan Halaman Nasional Kerinci Seblat. Saking jernihnya air gerombolan ikan yang berenang dengan leluasa akan nampak jelas dari permukaan air.

Dalam bahasa Indonesia, kaco sendiri dapat dimaksud selaku cermin. Cocok namanya, jernihnya air pada danau ini memanglah semacam cermin yang sanggup memantulkan cahaya. Tidak cuma pada siang hari, kala malam datang keindahan danau juga terus menjadi memancarkan pesonanya. Danau ini sanggup memantulkan cahaya bagaikan kilauan mutiara.

Apalagi dikala bulan purnama, cahaya yang dipancarkan juga terus menjadi cerah. Wisatawan yang camping disekitar danau juga tidak lagi membutuhkan penerangan sebab cahaya yang dipancarkan danau ini. Pemicu timbulnya cahaya yang begitu cerah dari danau juga masih jadi misteri yang belum terpecahkan.

Warga setempat yakin, kalau di bawah Danau Kaco masih tersimpan harta karun berbentuk intan permata. Memanglah ada suatu legenda yang menyelimuti danau ini secara turun temurun. Konon dulu kala hidup seseorang gadis yang ialah anak dari Raja Gagak. Gadis Raja Gagak tersebut sangat diketahui akan kecantikannya sehingga banyak pemuda yang bernazar meminangnya.

Para pemuda juga membagikan beberapa batu mulia kepada Raja Gagak buat melamar putrinya. Saking bingungnya raja, tiada satu juga pemuda yang diseleksi buat jadi suami gadis tersebut. Malangnya, malah Raja Gagak menodai anaknya sendiri dan membuangnya kedalam danau bersama- sama dengan tumpukan batu- batu mulia.

Sesepuh desa juga yakin kalau kemilau cahaya yang keluar dari dalam danau berasal dari batuan mulia tersebut. Apalagi, mitosnya arwah si gadis masih gentanyangan disekitar danau dan hendak menuntut balas. Terlepas dari segala cerita misteri yang menyelimuti, keindahan danau ini senantiasa saja tidak dapat dilewatkan begitu saja.

15 Hidangan Paling Aneh Yang Ada di Dunia

15 Hidangan Paling Aneh Yang Ada di Dunia – Kita tentu sempat makan hidangan yang aneh dan terkadang terkesan menjijikkan. Tidak cuma dari metode penyajiannya, namun dari bahan- bahan yang digunakan. Gak yakin? Berikut santapan aneh yang gak sempat kalian sangka ada di dunia.

1. Balut- Filipina

Suatu embrio bebek yang direbus secara hidup- hidup dalam cangkangnya. Walaupun ini ialah hidangan yang khas Filipina, penampilannya sangat tidak menggugah selera buat disantap.

2. Mata tuna- Jepang

Walaupun nampak menjijikkan, nyatanya ini mempunyai rasa yang nyaris sama semacam gurita ataupun cumi- cumi. Tidak cuma daging tuna yang dapat diambil, tetapi matanya pula dapat disantap lho.

3. Casu marzu( keju basi)- Italia

Keju basi ini ialah santapan tradisional yang berbentuk balok keju domba berisi larva serangga yang masih hidup. Nyatanya serangga tersebut bermanfaat buat membagikan rasa dalam kejunya, namun begitu memandang serangga yang menggeliat dan bergerak tentu akan merendahkan selera makanmu.

4. Snake wine( ular anggur)- Tiongkok

Semacam namanya, minuman ini terbuat dari sekumpulan ular dan semacam sake yang direndam sepanjang sebagian bulan. Sebagian ular tersebut berbisa,, tetapi ethanol yang ada di dalamnya sangat nyaman buat disantap dan dipercayai bagus buat kesehatan.

5. Haggis- Skotlandia

Jantung, hati, dan paru- paru domba ditumbuk dan dicampur dengan bawang putih, oatmeal, lemak. Setelah itu diberi bumbu- bumbu dan garam. Proses memasaknya dicoba dalam perut fauna. Pastinya bakal menggugah selera makanmu bukan?

6. Jing leed( belalang)- Thailand

Snack khas penduduk Thailand ini merupakan belalang yang telah dibumbui dengan garam, lada dan cabai yang digoreng dengan wajan yang besar. Terasa semacam memakan popcorn. Kelainannya, kala digigit akan ada cairan yang muncrat dari dalamnya.

7. Marmut- Amerika Selatan

Agak aneh, sebab ini tidak dikira perilaku yang manusiawi. Biasa dihidangkan dengan metode terbakar, dipanggang maupun casserole. Banyak yang bilang kalau marmut mempunyai rasa daging yang sama dengan kelinci.

8. Hati kobra- Vietnam

Hidangan ini membutuhkan persiapan yang sangat kejam terhadap kobra. Dalam kondisi hidup, sang kobra akan dibelah dan diambil hatinya buat disantap. Begitu pula dengan darah kobra pula. Lebih baik kala hati kobra masih dalam kondisi berdetak, jika tidak, efeknya tidak akan bekerja.

9. Shirako- Jepang

Ialah nama bagian organ reproduksi fauna, shirako merupakan kantung mani ikan kod. Nyatanya kekenyalan dan kelembutan dari rasanya dapat disajikan secara mentah ataupun digoreng

Baca Juga: 10 Makanan Khas Garut yang Terkenal Lezat

10. Sannakji( gurita hidup)- Korea Selatan

Ialah santapan yang aneh sekalian mematikan dari Korea Selatan. Gurita yang masih hidup dipotong- potong sungutnya, kemudian dimakan mentah- mentah memakai kecap asin saja. Butuh diingat sungut gurita dapat melekat di kerongkongan sebab masih hidup.

11. Tarantula goreng- Kamboja

Di Kamboja, tarantula goreng ialah snack yang biasa disantap warga lokal. Metode masaknya dengan mencabut dahulu bulu- bulu kakinya. Setelah itu direndam dalam MSG, gula, dan garam semalaman. Kemudian, digoreng dalam bumbu bawang putih.

12. 1000 tahun telur- Tiongkok

Sehabis ditaruh dalam kombinasi malam, abu, dan kapur mentah sepanjang sebagian bulan. Sehingga, telur yang ada di dalamnya mulai berganti warna pula. Kuning telurnya berganti jadi hijau hitam ataupun gelap, dan putih telurnya jadi cokelat hitam dan semacam jelly.

13. Surstömming( ikan basi)- Swedia

Ikan haring dari Laut Baltik yang difermentasi dengan garam biar tidak basi. Metode penyajiannya ditempatkan dalam kaleng, sebab kala dibuka akan menghasilkan aroma yang tajam. Kalian wajib komsumsi di ruangan terbuka.

14. Blood sausage( sosis darah)- Afrika, Asia, Amerika, dan Eropa

Walaupun dapat ditemui di mana- mana, banyak orang beranggapan kalau ini santapan yang menjijikkan. Dibuat dari darah yang dibekukan, setelah itu diberi bumbu- bumbu alami. Berikutnya, akan dimasukkan ke dalam kulit sosis. Siap disajikan dan dimasak dalam wujud apa juga.

15. Escamol- Meksiko

Diketahui selaku caviar serangga, hidangan ini terbuat dari sekumpulan larva dan kepompong semut yang diambil dari tumbuhan. Dikira selaku suatu hidangan khas. Rasanya semacam perpaduan keju, mentega, dan kacang- kacangan.

6 Makanan Khas Papua Paling Populer

Provinsi Papua sebelumnya bernama Irian Jaya yang mencakup seluruh Tanah Papua bekas Nugini Belanda. Sejak 30 Juni 2022 provinsi ini dibagi menjadi lima provinsi. Provinsi pecahannya meliputi Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta Papua Selatan. Sedangkan bagian baratnya terlebih dahulu dimekarkan menjadi Provinsi Papua Barat. Sebelumnya, Provinsi Papua memiliki luas 312.224,37 km² dan merupakan provinsi terbesar dan terluas pertama di Indonesia.

Mengenal Papua

Potensi ekonomi di Papua juga sangat tinggi. Kekayaan alam Papua begitu kaya dan semua kekayaan tersebut belum digali jalanjalanaja.com. Meskipun Papua kaya akan sumber daya alam, tetapi Papua masih bergantung pada Freeport. Papua bukan hanya kaya akan sumber daya alamnya saja, tetapi juga makanan khas yang tentu tidak boleh untuk dilewatkan. Nah, jika akan berkunjung ke Papua alangkah baiknya untuk tahu makanan khas Papua.

Baca Juga : 10 Makanan Khas Garut yang Terkenal Lezat

Makanan Khas Papua

1. Makanan Khas Papua Tepung Sagu

Sagu menjadi menjadi masakan tradisional beberapa daerah seperti Ambon dan Papua. Sagu bisa dibuat menjadi tepung yang dibuat dari teras batang rumbia atau pohon sagu. Tepung sagu hampir mirip tepung tapioka.

Manfaat sagu di antaranya adalah dapat mencegah penyakit lambung, aman dikonsumsi penderita diabetes, dapat membuat kenyang lebih tahan lama, dan baik untuk pertumbuhan anak.

Sagu bisa diolah menjadi papeda, sagu lempeng, sagu lempeng gula merah, sagu bakar kelapa, sagu bakar. Selain itu, bahan ini bisa kembangkan menjadi roti, biskuit, mie, soun, kerupuk, sagu mutiara, dan bahan sirup.

Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang bahwa Papua sangat dikenal dengan sagunya. Bahkan, makanan khas yang terbuat dari sagu sudah tersebar hampir di setiap daerah Indonesia. Apabila kamu ingin mendalami tentang sagu Papua, maka kamu bisa mencarinya melalui buku Sagu Papua karya Ahmad Arif. Lewat buku ini, wawasan kamu tentang sagu Papua akan bertambah.

2. Papeda

Papeda merupakan makanan khas Papua, Maluku, dan beberapa daerah di Sulawesi. Papeda menjadi makanan khas yang paling populer, bahkan masyarakat luar Papua pun juga banyak yang menyukai makanan satu ini. Bentuk makanan ini seperti pasta atau gel. Papeda mengandung karbohidrat pengganti nasi.

Papeda memiliki warna putih bening atau agak keruh dan tekstur lengket yang mirip dengan lem. Papeda dibuat dari proses pengolahan sagu. Makanan ini biasanya dihidangkan bersama ikan, daging, kelapa, sayuran dan lainnya. Papeda bisa dibungkus menggunakan daun pisang untuk dimakan nanti.

Makanan papeda ini bisa dibilang sudah dikenal hampir di semua daerah Indonesia. Bahkan, makanan yang satu ini terkadang sudah menjadi jajanan khas anak-anak SD. Lalu, apakah kamu pernah mencoba makanan khas Papua yang satu ini?

3. Sagu Lempeng

Sagu lempeng merupakan kue kering yang bisa dimakan langsung atau dicelupkan pada teh panas, kopi, dan kuah ikan. Bentuk dan ukuran kue ini bervariasi tergantung dari alat pencetak dan cara memasak. Sagu lempeng dikenal sebagai roti tawar khas Papua yang dibuat dari sagu, dicetak, dan dibakar. Selain dinikmati sendiri, sagu lempeng juga cocok dijadikan teman minum kopi atau teh saat sedang bersantai.

Pembuatan sagu lempeng terbilang mudah seperti pembuatan roti lain. Sagu diolah dengan cara dibakar dengan dicetak persegi panjang atau empat dengan besi. Rasa awalnya, tawar. Namun, setelah beberapa lama, rasanya sudah mulai bervariasi dengan gula untuk mendapatkan cita rasa manis. Teksturnya keras dan bisa dinikmati dengan dicampur atau dicelupkan ke air supaya lebih lunak.

Sagu lempeng kebanyakan berbentuk pipih dan persegi panjang. Rasa dari kue ini keras, tawas dan cepat mengembang di dalam air. Alat memasak kue ini disebut forna. Forna terdiri dari 4 sampai 6 lekukan yang terbuat dari tanah. Fungsi forna adalah penghantar panas ketika pemasakan sagu lempeng. Alat masak sagu lempeng ini juga menjadi penyimpan panas, sehingga suhu panas selama proses memasak dapat merata.

4. Kue Bagea Sagu

Kue bagea sagu merupakan salah satu kue khas Papua yang dibuat dari tepung sagu dan tepung kenari. Selain dikenal sebagai oleh-oleh khas Papua, kue bagea sagu juga banyak dibuat di Maluku, Sulawesi Utara.

Kue manis ini berbahan dasar tepung sagu yang memiliki tekstur sedikit keras ketika digigit. Biasanya, kue kering ini dicelupkan ke minuman terlebih dahulu agar tekstur kerasnya menjadi sedikit lembut. Makanan ini sangat pas dikonsumsi ketika sedang mengisi waktu luang atau saat hujan turun. Apakah kamu pernah mencobanya?

5. Sagu Bungkus Ulat Sagu

Sagu Bungkus Ulat Sagu merupakan makanan tradisional khas Papua. Ulat sagu yang berada di dalam pohon ini bisa diolah dan dimasak bersama dengan sagu. Ulat sagu ini membutuhkan proses pembakaran di atas arang selama 15-25 menit. Sagu bungkus ulat sagu bisa dimakan ketika hangat bersama papeda.

Selain ulat sagu, isi makanan ini bisa diganti dengan pisang mengkal (setengah matang) atau kepala parut. Ulat sagu baik dikonsumsi karena mengandung protein. Makanan ini rendah serat, bisa dimakan secara langsung maupun dengan cara digoreng atau di sate.

Dalam budaya Papua, ulat sagu menjadi unsur penting dalam ritual perayaan oleh Suku Asmat. Sebuah ritual makanan disiapkan oleh Suku Kamoro dalam pemberian nama anak laki-laki mereka. Ritual makanan ini terdiri dari campuran tepung sagu dengan siput atau kerang jenis tertentu dan ulat sagu yang dibungkus dalam kemasan daun sagu berukuran panjang.

6. Udang Selingkuh

Udang selingkuh merupakan makanan khas daerah Papua. Udang yang dipakai biasanya jenis udang air tawar. Tekstur dari udang ini mirip dengan lobster. Disebut udang selingkuh karena udang tersebut memiliki bentuk capit seperti kepiting. Warga lokal menganggap udang tersebut berselingkuh dengan kepiting.

Dalam proses penyajian, biasanya udang ini direbus, digoreng, dan juga dibakar. Selama dibakar biasanya ada yang menambahkan bumbu atau garam saja, dan ada juga yang tidak. Apapun teknik memasaknya, cita rasa khas dari makanan yang satu ini tetap akan terasa.

Dengan berjalannya waktu, bumbu untuk memasak udang selingkuh mulai beragam ada yang menggunakan saus tiram, lada hitam, saus padang, dan juga asam manis. Jangan lupa pelengkap udang selingkuh ini yaitu, sayur kangkung, dan juga bunga pepaya dijamin makin nikmat dan lezat. Terlebih lagi, tekstur masakan udang ini lembut dan manis.

10 Makanan Khas Garut yang Terkenal Lezat

Kabupaten Garut terkenal dengan wisata alam yang terdiri dari pegunungan, air terjun, kawah, dan pemandian air panas alami. Terletak di Provinsi Jawa Barat bagian Selatan dan berdekatan dengan Kota Bandung. Selain terkenal dengan potensi wisatanya, Kabupaten Garut juga terkenal dengan keanekaragaman kuliner. Ada banyak makanan khas Garut yang menarik untuk dicoba jalanjalanaja.com.

Kuliner Enak Kabupaten Garut

1. Dodol Garut

Dodol Garut merupakan makanan khas dari Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Dodol Garut memiliki sejumlah varian, antara lain dodol wijen, dodol nanas, dan dodol tomat. Rasanya dominan manis sehingga cocok untuk camilan. Bahan-bahan pembuat dodol garut antara lain tepung ketan, tepung terigu, gula pasir, gula merah, lemak sapi secukupnya (sebagai pengawet alami), mentega, dan santan.

Baca Juga : Makanan Khas Surabaya yang Enak

2. Burayot

Burayot merupakan makanan ringan khas Garut. Hidangan ini memiliki tampilan warna cokelat dengan rasa manis. Ukurannya yang kecil membuat burayot cocok untuk kudapan. Bahan utama untuk membuat burayot adalah tepung beras merah, gula merah, kacang tanah, dan minyak kelapa. Semua bahan dicampur menjadi satu dengan gula merah cair, kemudian dipilin dengan tangan. Burayot kemudian digoreng dalam wajan berisi minyak panas. Saat ditiriskan dari wajan, makanan ini harus diangkat dengan menggunakan penusuk bambu untuk membentuk. Adonan yang lembek ini disebut ngaburayot atau bergelantung, maka makanan khas Garut ini dinamakan burayot.

3. Ladu

Satu lagi makanan khas Garut adalah ladu. Hidangan ini terbuat dari beras ketan dengan tekstur kasar dan kenyal, serupa dengan dodol. Ladu merupakan hidangan yang dikembangkan oleh masyarakat Malangbong. Hingga saat ini, produsen ladu masih banyak ditemukan di Malangbong.

4. Endog Lowo

Seperti namanya, makanan khas Garut yang disebut endog lewo bentuknya memang mirip endog atau telur. Hidangan ini terbuat dari singkong dan berasal dari Kampung Lowo di Kecamatan Malangbong, Garut. Masyarakat setempat mengenal endog lowo dengan nama emplod. Rasanya yang gurih dengan tekstur renyah membuat endog lowo cocok untuk makanan ringan.

5. Angleng dan Wajit

Angleng dan wajit serupa dengan dodol Garut yang diproduksi dari beras ketan dan gula merah. Bedanya, dodol diolah sehingga mengalami proses karamelisasi, sedangkan wajit tidak. Makanan khas Garut ini diproduksi oleh masyarakat di kabupaten Garut khususnya di Kecamatan Cihurip.

6. Dorokdok

Dorokdok merupakan kerupuk kulit khas Garut. Terkadang, kerupuk ini ditambahkan dalam masakan untuk menambah cita rasa. Rasanya gurih dan ringan sehingga pas untuk kudapan. Dorokdok terbuat dari kulit sapi dan banyak diproduksi di Kecamatan Tarogong.

7. Nasi Liwet Domba

Garut Nasi liwet dibuat dari bumbu dan rempah, seperti cabai, bawang putih, minyak kelapa, daun salam, garam, serai, dan lengkuas. Di Garut, nasi liwet biasa disajikan dengan olahan domba Garut, seperti sate domba, gepuk domba, dan bistik domba.

8. Pindang Ikan

Pindang ikan khas Garut serupa dengan olahan pindang di daerah lainnya. Perbedaannya terletak pada cara pengolahannya sehingga pindang ikan Garut memiliki cita rasa yang khas. Makanan khas Garut ini dapat diperoleh di berbagai tempat, terutama daerah Cikajang, Cisurupan, dan Cihideung.

9. Sambal Cibiuk

Sambal cibiuk merupakan sambal khas kota Garut, persisnya di Kecamatan Cibiuk. Sambal cibiuk terbuat dari bawang putih, kencur, terasi goreng, cabai rawit hijau, tomat hijau, garam, gula merah, air jeruk nipis, dan kemangi yang dicampur seluruhnya dan diulek kasar. Makanan khas Garut ini biasa disajikan dengan lalapan berupa selada, mentimun, dan terung.

10. Ceprus

Ceprus adalah makanan khas Garut yang terbuat dari singkong bakar yang panas lalu dicelupkan dalam gula merah yang telah dipanaskan atau disebut kinca. Makanan ini bisa diperoleh di Garut bagian selatan.

Makanan Khas Surabaya yang Enak

Surabaya menjadi destinasi wisata yang bisa dipilih karena memiliki wisata alam dan kuliner yang enak. Kuliner di surabaya bisa kamu nikmati di siang hari maupun malam hari. Berbagai makanan khas dnegan bumbu yang unik bisa menjadi pilihan kamu saat berwisata kuliner di kota terbesar kedua di Indonesia ini.

Tinggal menyesuaikan dengan selera makan kamu, kamu bisa menikmati makanan khas Surabaya info dari jalanjalanaja.com yang enak dan lezat. Selain memiliki cita rasa yang menggugah selera, kuliner Surabaya juga memiliki harga yang cukup terjangkau.

Cita Rasa Unik Makanan Surabaya

Makanan khas Surabaya memiliki cita rasa yang unik, sehingga wajib kamu coba saat berkunjung. Berbagai jenis makanan seperti rawon, rujak cingur, hingga sate khas Surabaya tentunya sudah tidak asing lagi di telinga para penikmat kuliner.

Baca Juga : Minuman Khas Semarang, Wajib Cobain!

Kamu bisa mencicipi berbagai jenis kuliner dengan rasa yang berbeda beda, dari manis, pedas, hingga gurih, sesuai selera di Kota Pahlawan ini. Berikut jalanjalanaja.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (16/2/2021) tentang makanan khas Surabaya.

Makanan Khas Surabaya

Rujak Cingur

Makanan khas Surabaya yang pertama adalah rujak cingur. Makanan ini menjadi salah satu menu khas Jawa Timur yang sudah terkenal seantero negeri. Rujak cingur terdiri dari potongan cingur atau hidung sapi yang sudah melalui proses perebusan lama sehingga empuk dan kenyal.

Kemudian, cingur tersebut akan dicampur dengan sayur rebus dan irisan lontong. Rujak cingur umum disajikan dengan campuran bumbu kacang dan petis khas Jawa Timur yang semakin menggugah selera. Pedagang rujak cingur sangat banyak bertebaran di Kota Surabaya. Jadi, tidak perlu bingung apabila gagal mencicipinya di sela liburan.

Rawon Setan

Rawon merupakan makanan khas Surabaya yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung di kota Pahlawan. Rawon Setan Mbak Endang yang ada di Jalan Embong Malang, Surabaya merupakan depot rawon setan yang asli dan pertama di Indonesia.

Disebut dengan rawon setan karena warung ini hanya buka di malam hari saja. Daging rawon di sini cukup besar dan juga empuk. Rasa kuahnya begitu menggugah selera. Terletak di tengah kota, membuat rumah makan rawon setan ini enggak pernah sepi pengunjung.

Pecel Semanggi Suroboyo

Makanan khas Surabaya ini menghidangkan kukusan semanggi, sejenis tanaman paku yang kemudian dicampur dengan daun papaya serta tauge lalu disiram bumbu kacang yang gurih, manis, juga pedas. Pecel Semanggi bisa dijumpai sekitar kawasan Masjid Al Akbar dan di Area Taman Bungkul. Pecel Semanggi umum dijajakan ibu-ibu yang duduk di pinggir jalan sejak pagi hingga sore.

Makanan Khas Surabaya Lontong

Lontong Kupang

Lontong Kupang juga salah satu makanan khas Surabaya yang wajib dicoba. Kupang sendiri adalah sejenis kerang kecil-kecil yang direbus kemudian diberi siraman kuah kaldu gurih bersama perasan jeruk nipis dan sambal petis. Maka jangan sampai terlewatkan untuk mencicipi rasa nikmat dari makanan khas Surabaya ini.

Lontong Balap

Kabarnya, asal-usul nama Lontong Balap berasal dari para penjualnya yang selalu berlari ketika memikul dagangannya yang berat hingga terlihat seperti sedang balapan. Lontong Balap sendiri adalah salah satu makanan khas Surabaya yang menghidangkan tahu goreng, lentho atau perkedel kacang hijau, rebusan taoge, kemudian disiram dengan kuah manis dan gurih. Rasa dari Lontong Balap semakin mantap saat dinikmati dengan sambal petis.

Makanan Khas Surabaya Sate

Sate Klopo

Sate Klopo adalah salah satu makanan khas Surabaya yang terletak di Jalan Walikota Mustajab yang dulunya disebut dengan Jalan Ondomohen. Jadi, jangan heran apabila di sepanjang jalan tersebut akan ditemui beberapa pilihan kedai yang menawarkan menu sate klopo. Sate Klopo dibuat dari daging berlumur parutan kelapa dan bumbu sebelum dibakar. Tidak heran jika sate ini jadi lebih gurih dan empuk.

Sate Lisidu

Salah satu makanan khas Surabaya yang berupa sate adalah Sate Lisidu. Sate ini sate terbuat dari ayam kampung dan dibentuk pipih. Bentuk pipih ini membuat bumbu kacang lumuran bumbu kacang semakin meresap ke dalam daging dan membuat rasa satenya lebih sedap. Cara pengipasan saat membakar sate juga tidak sembarangan. Pengipasan dilakukan dari atas sampai bawah sehingga sisa arang tidak menempel di sate.

Sate Karak

Selain Sate Lisidu, ada juga makanan khas Surabaya yaitu Sate Karak. Sate ini sudah jarang ditemui di Surabaya. Sate Karak adalah sate yang terbuat dari usus kemudian disajikan dengan karak, semacam ketan hitam. Kemudian, hidangan ini ditaburi parutan kelapa yang membuat rasanya semakin unik. Jika penasaran rasanya, pedagang sate ini masih banyak di daerah Ampel.

Tahu Tek

Tahu Tek adalah makanan khas Surabaya yang dahulu dijual dengan gerobak dorong. Nama Tahu Tek berasal dari bunyi “tek” ketika penjual memakai alat masak untuk menggoreng tahu atau memotong bahan. Tahu Tek umum disajikan dengan irisan lontong, kentang, telur goreng, serta tahu goreng. Agar semakin nikmat, tahu tek akan disiram bumbu petis, kecambah, serta dilengkapi kerupuk udang yang diuleg bersama kacang tanah.

Sego Sambel

Surabaya dikenal dengan kuliner malamnya yang menggugah selera. Jika kamu pencinta kuliner pedas dan merasa lapar saat malam hari wajib mencicipi makanan khas Surabaya satu ini, yaitu sego sambel. Nasi hangat dengan lauk iwak pe alias ikan pari yang dibaluri sambal merah menyala, bisa-bisa membuat kamu ketagihan. Jika tak ingin iwak pe, ada juga beragam lauk sederhana lainnya.

Minuman Khas Semarang, Wajib Cobain!

jalanjalanaja.com – Minuman ciri khas Semarang menjadi satu diantara kulineran yang harus kamu coba saat bertandang ke sana. Semarang memang populer dengan jejeran kulinerannya yang nikmat, dimulai dari lumpia, nasi goreng babat sampai kue mochi. Selainnya makanan, Semarang mempunyai minuman ciri khas yang tidak kalah nikmat. Nach, bila kamu ingin mencicipinya, berikut ialah minuman ciri khas Semarang yang harus buat kamu coba.

Wedang Kacang Tanah

Wedang kacang tanah sebagai minuman yang pas buat kamu cicipi saat udara dingin menimpa Semarang. Sesuai namanya, wedang ini dibuat berbahan khusus kacang tanah yang direbus. Karena telah direbus, kacang tanah yang dihidangkan pada minuman ini akan mempunyai struktur yang halus saat sampai dimulut.

Kacang tanah yang telah direbus itu dihidangkan bersama kuah yang berbentuk sari kacang tanah hasil rebusan barusan dan ditambah lagi beragam rempah-rempah. Wedang kacang tanah mempunyai rasa manis yang dari air kuahnya. Minuman ini akan dihidangkan dalam sebuah mangkuk kecil dan dicicipi saat lagi hangat.

Wedang Tahu

Minuman wedang yang lain yang dari kota Semarang ialah wedang tahu. Wedang tahu dibuat dari kembang tahu dan dihidangkan dengan kuah jahe yang hangat. Kembang tahu yang dipakai berasal berbahan sari kedelai yang direbus sepanjang lebih kurang empat jam sampai jadi kembang tahu.

Kabarnya, wedang tahu awalnya dibawa masuk ke Semarang oleh beberapa imigran Tiongkok pada era ke 19. Wedang tahu akan terlihat seperti bubur sumsum yang cukup menggumpal dengan wewangian jahe dan rempah yang unik. Kuah wedang nini dibuat dari jahe, gula pasir, gula jawa, dan kombinasi rempah-rempah yang lain memberikan gabungan rasa manis, hangat, dan sedikit pedas.

Baca Juga : Mengintip Pesona Keindahan Alam di Nusa Penida Bali

Jamu Jun

Minuman jamu sering sama dengan cita-rasanya yang pahit, tetapi di Semarang ada minuman jamu dengan rasa yang manis, yakni jamu jun. Jamu jun sebagai minuman ciri khas tradisionil dari Semarang berbentuk kombinasi 21 rempah-rempah yang digabung dengan gula jawa hingga tidak berasa pahit.

Jamu jun memakai bahan tepung beras, tepung ketan, dan santan yang membuat teksturnya kelihatan cukup kental. Disamping itu, saat dihidangkan jamu jun umumnya dipertambah bola-bola kecil warna coklat yang disebutkan krasikan dan dibuat dari parutan kelapa, jahe, dan gula merah. Jamu jun akan dihidangkan pada kondisi hangat.

Es Puter Cong Lik

Es puter Cong Lik teksturnye halus dan lembut, rasanya tidak begitu manis hingga tidak membuat eneg saat dikonsumsi.
Ada beragam opsi seperti rasa rasa cokelat, kelapa muda, leci, mangga, blewah, dan durian, bergantung hasrat. Jika ingin mencicip es puter cong lok dapat singgah di Jl. Ahmad Dahlan Semarang. Harga Rp13.000-Rp20.000 per jatah.

Kolak Setting Pisang

Minuman ini dibuat berbahan pisang yang diolah tanpa tambahan santan, tetapi kayu manis dan pandan. Hingga jika diminum rasanya lebih fresh. Kolak setting pisang gampang ditemui di warung makanan di daerah.