Rekomendasi Minuman Khas Solo


jalanjalanaja.com – Minuman ciri khas Solo ada dalam variasi dingin dan hangat. Ke-2 nya memberi kesan fresh yang sama pecah di kerongkongan! Rekan Pelancong yang hendak atau sedang jalanan ke Solo harus sekali nyicipi minuman-minuman ini. Sesudah kenyang dengan Selat Solo, Tengkleng, Sate Kere sampai Timlo, waktunya melepaskan dahaga sama mereka. Apa minuman-minuman ciri khas Solo? Inilah!

Es Teler Kobar

Es Teler Kobar sebagai menu unggulan yang dipasarkan di salah satunya tempat kongkow hebat di Solo. Nama tempatnya ialah Es Kobar. Minuman ini berisikan kelapa muda, alpukat dan beberapa bahan lain yang biasa berada di dalam satu porsi es teler. Rekan Pelancong dapat icip kesegaran es ini di muka Lapangan Kota Barat. Satu porsi es teler yang dipasarkan di sini, lumayan murah, cuma sekitaran Rp 8 ribu.

Es Dawet Jeruk Nipis

Minuman ciri khas Solo yang hendak pecah di kerongkongan karena sangat segarnya ialah Es Dawet Jeruk Nipis. Sejauh ini Es Dawet dikenali sebagai minuman dengan kuah santan dan gula merah, tetapi pada tempat Pak Cip, yang telah berjualan semenjak 40 tahun kemarin, dawet tidak dihidangkan dengan kombinasi santan tetapi sirup merah dan perasan jeruk nipis. Untuk rasakan kesegarannya, Rekan Pelancong dapat tiba ke teritori Pasar Kadipolo. Di situ, ada Dawet Pak Cip yang legendaris. Harga? Sekitaran Rp 3 ribu untuk segelas.

Baca Juga : 10 Makanan Khas Garut yang Terkenal Lezat

Es Potjong

Es Potjong sebagai salah satunya minuman yang hits di Solo. Bukannya menakutkan, satu porsi Es Potjong ini beri kesegaran, Rekan Pelancong. Di pada sebuah gelasnya, ada bubur sumsum, sirup merah, krimer, mochi dan bermacam topping yang modern, seperti oreo, cereal, nata de pas, buah strawberry atau kelapa muda. Warung yang jual Es Potjong dapat diketemukan disekitaran Jalan Slamet Riyadi. Harga? Masih di bawah Rp 10 ribu.

Wedang Asle
Satu mangkuk Wedang Asle yang Cantik Cakap dan Beri kesegaran
Satu mangkuk Wedang Asle yang Cantik Cakap dan Beri kesegaran lewat Instagram/jajansolo
Minuman ciri khas Solo ini akan memberi Rekan Pelancong kehangatan. Ya. Karena Wedang Asle memang dihidangkan hangat. Dalam semangkuknya, ada ketan putih yang rasanya manis, potongan agar-agar, roti tawar lalu disiram dengan santan hangat. Cocok sekali dimakan malam hari. Pedagang Wedang Asle di Solo, tidak susah diketemukan. Disamping itu, satu jatahnya ramah kantong.

Wedang Uwuh

Dengan bahasa Jawa, ‘uwuh’ ini berarti sampah. Disaksikan dari penyuguhannya, Wedang Uwuh memang seperti timbunan sampah. Walau sebenarnya, tidak demikian. Dalam satu porsi Wedang Uwuh, Rekan Pelancong akan mendapati potongan jahe, kayu secang, kayu manis, cengkih, kapulaga, daun pala berikut palanya, serai dan gula batu. Semua digabung menjadi satu, hingga seperti timbunan sampah.

Walau demikian, tidak boleh ragukan manfaatnya. Karena dibuat dari herbal, minuman ini punyai faedah besar untuk badan. Dia bisa tolong memelihara stamina, turunkan kandungan cholesterol dan menangani pegal dan lelah. Wah pas ya, sesudah capek sepanjang hari jalanan di Solo, minum Wedang Uwuh langsung fresh kembali.

Wedang Ronde

Minuman ciri khas Solo ini, punyai faedah untuk badan. Saat menyesapnya, Rekan Pelancong akan rasakan hangat air jahe dan sereh yang telah digabung gula. Disamping itu pada sebuah jatah Wedang Ronde, ada mochi ketan, kacang tanah sangrai, roti tawar yang diiris-iris dadu dan kolang kaling yang diiris-iris tipis. Selainnya hangat dan berguna, minuman ini mengenyangkan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *