Bulan: Januari 2023

Taman Iwak , Taman Kota Favorit Para Warga Palembang

Taman Iwak – Secara harfiah, nama Kambang Iwak berasal dari bahasa lokal yang dapat diartikan sebagai kolam ikan. Menjadikan danau sebagai kolam ikan, selain berfungsi sebagai tempat menampung air dan penghias danau, juga merupakan cita-cita masyarakat palembang. Cita-cita tersebut tentu harus sejalan dengan kesadaran untuk terus melestarikan dan menjaga kebersihan danau.

Taman Kambang Iwak berlokasi di antara Jalan Tasik dan Jalan Sutomo, Kota Palembang. Taman yang memiliki luas sekitar 5 hektar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang terus diperbarui. Fasilitas tersebut antara lain seperti, taman bermain anak, tempat duduk, keran air yang bisa langsung diminum, hingga fasilitas hotspot gratis bagi mereka yang ingin mengakses internet sambil bersantai menikmati taman yang rindang.

Rute menuju Taman Kambang Iwak dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan kota, selain itu lokasinya berada dekat jalan raya sehingga mudah ditemukan.Terdapat sejumlah rute angkutan kota yang melintasi Taman Kambang Iwak, yakni jurusan kota Ampera-pasar KM 5, kota Ampera-Bukit Besar, Kota Ampera-Perumnas serta Bus Mahasiswa Kota-Kampus Universitas Sriwijaya.Berikut ini adalah informasi selengkapnya dari jalanjalanaja .

Daya Tarik

Taman Kambang Iwak atau lebih populer dengan julukan KI Park merupakan taman kota yang berada di Kota Palembang dan menjadi tempat favorit bagi warga sekitar untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, teman atau komunitas lainnya. Taman ini termasuk taman yang legendaris di Kota Palembang, karena sudah ada sejak tahun 1900-an yakni sejak Kolonial Belanda masih menguasai Indonesia.

Di Palembang, Kambang Iwak merupakan tempat favorit bagi yang mau berolahraga pagi sembari rekreasi, tanpa harus mengeluarkan biaya alias gratis. Di sini ada jogging track, juga kolam dengan luas sekitar 750 meter. Ternyata tidak hanya itu juga ada beberapa fasilitas yang dibuat untuk kalian bersantai termasuk arena bermain untuk remaja dan anak-anak. Kambang Iwak yang berada persis di depan rumah dinas walikota Palembang ini setiap hari selalu ramai dikunjungi, apalagi hari Minggu.

Selain itu, di sepanjang Kambang Iwak juga ada para pedagang kaki lima sampai cafe. Jualan mereka dari rokok, minuman ringan dan mie tek-tek (mie tumis) dengan harga seporsi 8 ribu. Untuk makanan cafe sendiri ada Surabi Enhai, cafe Gun, cafe FOLC, dan ada juga Senopati Kopitiam. Apalagi pada saat weekend sore ada banyak segerombolan komunitas datang ke taman ini .

Lokasi yang asri dan strategis juga mendukung banyak cafe yang bisa digunakan tak sekedar makan, tapi juga bisa menjadi tempat nongkrong untuk mengisi acara akhir pekan mereka.Rute menuju Taman Kambang Iwak dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan kota, selain itu lokasinya berada dekat jalan raya sehingga mudah ditemukan.Juga ada rute kota yang melintasi sekitaran taman Iwak, yakni jurusan kota Ampera-pasar KM 5, kota Ampera-Bukit Besar, Kota Ampera-Perumnas serta Bus Mahasiswa Kota-Kampus Universitas Sriwijaya.

Wisata Kampung Cai Ranca Upas Bandung, Ciwidey

Wisata Cai Ranca Upas – Kampung yang ramai dikunjungi wisatawan dan juga banyak digunakan sebagai tempat untuk berkemah satu ini terletak di jalan Ciwidey, Rancabali, Kabupaten Bandung. Anda bisa pergi ke Kampung tersebut dengan melalui terminal Leuwingpanjang jurusan Leuwingpanjang ke Ciwidey. Apabila Anda sudah sampai di terminal Ciwidey, Anda bisa naik angkutan umum menuju Rancabali.

Angkutan umum yang bisa digunakan adalah angkutan berwarna kuning. Jika Anda masih bingung tentang rutenya, Anda bisa membuka aplikasi penunjuk jalan, atau bertanya dengan warga sekitar. Namun jika Anda sudah sampai di gerbang Kawah Putih setelah turun dari angkutan, Anda hanya perlu masuk dan berjalan kaki sekitar 100 meter, di sanalah tempat Kampung Ranca Upas berada.Kampung Cai Ranca Upas, Bandung adalah salah satu kota dengan destinasi wisata beragam dan memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Bandung selalu identik dengan julukan “Paris Van Java” karena Bandung yang merupakan pusat trend Fashion di Pulau Jawa.

Selain itu, Bandung juga merupakan kota romantis dan estetik dimana terdapat berbagai bangunan dengan ornament dan arsitektur ala kuno dan sangat artistik sehingga membawa kesan unik bagi kota ini. Berikut ini adalah informasi selengkapnya jalanjalanaja .

Daya Tarik

Selain menarik karena berbagai fasilitas yang ditawarkan, Kampung Ranca Upas ternyata juga memiliki legenda, sehingga menarik banyak wisatawan. Menurut mitos yang beredar di sana, kampung ini artinya adalah rawa-rawa, lalu upas berarti penjaga. Konon, dulu ada seorang penjaga rawa-rawa yang berkebangsaan Belanda.Dan saat orang tersbeut memasuki hutan, ia tidak pernah kembali, bahkan jenazahnya pun tidak ditemukan. Lalu ceritanya berlanjut bahwa arwah penjaga rawa-rawa yang berkebangsan Belanda tersebut seringkali gentayangan di lokasi yang kini menjadi tempat wisata tersebut. Namun itu hanyalah mitos, sementara upas sebenarnya diambil dari nama pohon beracun, antiaris toxicaria.

Kawasan Ranca Upas berada di atas ketinggian 1700 mdpl. Sehingga, berada di kawasan ini merupakan yang terindah dan yang terbaik dengan suhu dingin yang bisa mencapai 17 derajat. Atau dalam kondisi normal bisa mencapai 20 derajat.Suasana itu pastinya mampu mengalihkan penat dan rasa letih kalian dari  tuntutan pekerjaan serta kehidupan.Dengan suhu dingin segar, berdekatan dengan kawasan kebun teh, dan juga hutan lindung alami, wajar aja jika kawasan Ranca Upas jadi favorit. Suasana tempat ini di jamin bisa menghilangkan kepenatan kita.

Ranca Upas juga dikenal sebagai tempat penangkaran rusa. Ada cerita menarik tentang rusa-rusa ini. Dimana, rusa ini termasuk rusa yang pemalu. Jika, melihat itu  mereka akan pergi. Tetapi, di antara para petugas yang ada, hanya ada satu orang juru kunci yang mampu memanggil rusa-rusa ini untuk makan. Keren bukan?

Inilah Pesona Keindahan Gardu Pandang Dieng

Pesona Keindahan Gardu Pandang – Berlibur di Wonosobo adalah pilihan tepat untuk menghabiskan waktu liburan. Tujuan utamanya dimana lagi jika bukan di Dieng. Selain Telaga Warna yang dimiliki Dieng, ternyata ada tempat indah lainnya, yaitu Gardu Pandang Tieng.

Tieng adalah nama sebuah desa yang ada di Dieng. Lokasinya masih berada di kompleks wisata dataran tinggi Dieng. Desa ini terkenal karena keindahan alam yang disuguhkannya.Gardu Pandang Tieng menjadi tempat singgah bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan wisata Dieng. Pos pantau ini terletak di ketinggian 1789 Meter di atas permukaan laut (Mdpl), tepat di atas Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Selain sebagai tempat singgah, Gardu Pandang Tieng menjadi lokasi yang apik untuk berfoto. Panorama dataran tinggi Dieng dapat terlihat jelas dari sini. Kemudian, jika datang di pagi hari, wisatawan bisa menyaksikan golden sunrise.Berikut ini adalah informasi selengkapnya dari jalanjalanaja .

Daya Tarik

Keindahan Negeri Atas Awan Dieng memang tak usah diragukan lagi, menawarkan kekayaan alam yang tak ada habisnya. Seperti Gardu Pandang Tieng yang menyuguhkan panorama bentangan alam Dieng dengan jejeran bukit dan gunung hijau.Dari Gardu ini kamu bisa menyaksikan alam Dieng yang menyimpan sejuta keindahan, bukit, gunung, dan pepohonan hijau bak lukisan nyata. Pemandangan terlihat sangat bagus jika dilihat dari Gardu ini. Kamu dijamin akan dibuat takjub dan enggan pulang dari sana.

Untuk menikmati wisata inipun kamu tak perlu membayar mahal karena tiket masuknya sangat terjangkau. Gardu ini pun menejelang tinggi dan menyajikan panorama indah dari sini.Selain pemandangan alamnya, kamu akan disuguhkan dengan fenomena sunrise dan sunset yang begitu memukau. Datanglah diwaktu lebih pagi untuk menikmati sunrise, sedangkan di sore hari kamu bisa melihat sunrise yang menenangkan.

Kunjungi tempat rekreasi satu ini yang akan lebih seru jika bersama orang tercinta seperti teman, sahabat, pasangan atau keluarga.Anda bisa kapanpun berkunjung ke Gardu Pandang Tieng, buka selama 24 jam dan selalu buka di setiap harinya lho. Meski begitu, perlu kami rekomendasikan waktu terbaik untuk datang kesini adalah saat menjelang pagi hari untuk melihat sunrise yang cantik.

Mulai pukul setengah 5 pagi, Gardu Pandang Tieng selalu sudah dipadati oleh banyak wisatawan yang sengaja ingin melihat terbitnya matahari. Awan dan kabut turut menghiasi perjalanan naiknya matahari untuk terbit dan menerangi jagat alam semesta.