Deretan Kuliner Khas Papua


jalanjalanaja.com – Indonesia kaya rekreasi kulineran yang beragam rasa. Tiap wilayah memiliki makanan uniknya masing-masing khususnya Papua yang mempunyai makanan ciri khas Indonesia Timur dengan hidangannya yang mengunggah hasrat dan menganakemaskan lidah. Tahukah Anda jika makanan ciri khas Papua bukan hanya papeda saja?

Ya, Papua yang populer dengan kulineran ciri khas papeda rupanya memiliki bermacam makanan ciri khas yang lain yang memikat dan harus Anda coba. Papua populer dengan tujuan rekreasi Raja Ampat yang instagramable, tetapi benar-benar sayang bila Anda tidak singgah untuk mencicip bermacam kulineran uniknya yang kemungkinan tidak pernah Anda coba awalnya.

Bermacam makanan ciri khas wilayahnya memiliki beberapa nama yang termasuk unik dengan cita-rasa yang tentu saja akan membuat lidah Anda terpesona. Bila Anda berpeluang untuk liburan ke Papua, tidak ada kelirunya untuk meluangkan singgah berekreasi kulineran makanan ciri khas wilayah sini. Berikut sejumlah makanan ciri khas Papua yang populer sedap dan harus Anda coba.
Papeda

Baca Juga : Berbagai Minuman Khas Pontianak

Papeda dibuat dari sagu yang diolah sampai kental. Umumnya Papeda dihidangkan dengan ikan kuah kuning yang diberi bumbu dengan kunyit, diperlengkapi dengan sayur.Papeda warna putih dan memiliki tekstur lekat seperti lem dengan rasa yang tawar. Tapi akan berasa nikmat saat dipadankan dengan kuah masakan ikan dan sayur.

Udang Serong

Tipe udang ini sebagai udang air tawar yang dapat diketemukan di Sungai Baliem, Kabupaten Jayawijaya. Udang tipe ini mempunyai cita-rasa dan struktur yang lain dari udang secara umum.Dagingnya memiliki serat, sedikit halus dan rasanya manis seperti daging lobster. Udang serong umumnya disajikan dengan diolah atau dimasak. Bersama itu dikonsumsi dengan bunga pepaya atau oseng kangkung

Ulat Sagu

Sagu di Papua dapat menjadi banyak olahan makanan. Tidak kecuali ulatnya. Masyarakat di Papua sendiri telah konsumsi ulat sagu lama.Berlainan dengan ulat-ulat pohon yang lain, ulat sagu bisa dikonsumsi. Karena, kandungan ulat warna putih dan gendut ini memiliki kandungan 16 asam amino, 8 salah satunya adalah asam amino fundamental. Lantas, kandungan protein dalam ulat sagu juga tinggi.

Ulat yang gendut ini akan memberi energi dalam tubuh kita dan kandungan kolesterolnya rendah . Maka, tidak ada argumen untuk takut makan ulat sagu.Untuk warga asli, ulat sagu dikonsumsi mentah-mentah juga telah terbiasa. Tetapi, kita sebagai pelancong coba versus yang telah matangnya saja, yakni ulat sagu yang ditusuk dan dibakar seperti sate.

Ikan Buntel

Sepintas ikan buntel ini terlihat serupa dengan pepesan ciri khas Jawa. Tapi, jika pepesan di Jawa dibuntel dengan daun pisang, ikan buntel dari Papua ini malah dibalut dengan daun talas.

Untuk penyeleksian ikannya sendiri bergantung hasrat, tetapi umumnya ialah ikan laut.

Disamping itu, bumbu yang dipakai untuk membikin pepes dan ikan buntel ini berlainan. Warga Papua menambah daun salam dalam ikan yang hendak dibuntel supaya wewangiannya lebih wangi saat dibakar. Sesudah dibuntel dan dibakar, Anda dapat nikmati ikan buntel bersama dengan papeda atau nasi putih.

Martabak Sagu

Olahan sagu dibikin makin menarik dan nikmat oleh Sagolicious, kredit: Sagolicious
Bicara makanan ciri khas Papua, sudah tentu tidak terlepas dari namanya sagu. Olahan makanan warga di Bumi Cendrawasih dengan bahan sagu ini selainnya papeda diketemukan pada martabak.

Ya, sagu yang telah dilumatkan akan dimasak sampai kecoklat-coklatan. Selanjutnya, sisi dalam martabak sagu ini dikasih olesan gula merah untuk menambahkan cita-rasa manisnya. Ini ialah camilan yang harus Anda cicip saat ada di Papua.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *