Gunung Salak merupakan salah satu gunung yang menjadi destinasi pendakian terfavorit, banyak dijuluki sebagai gunung terangker di Jawa Barat. Meskipun begitu, tidak menyusutkan antusias para pendaki untuk menjajal gunung ini. Pasalnya trek pendakian gunung Salak mempunyai karakter jalanjalanaja.com yang dapat membikin para pendaki kewalahan.

Ditambah lagi, ada tiga puncak yang dapat dikunjungi. Ialah Puncak Manik (Salak I) yang berada di ketinggian 2211 mdpl, Puncak Salak II yang memiliki ketinggian 2180 mdpl, serta Puncak Sumbul dengan tinggi 1926 mdpl.

Jalur Pendakian Gunung Salak

Untuk menempuh puncak hal yang demikian, ada empat trek pendakian yang dapat diterapkan. Buat Superfriends yang sedang mau mencoba menaklukan gunung ini, sebaiknya mengenal sebagian berita penting perihal empat trek pendakian gunung Salak hal yang demikian.

Baca Juga : Danau Toba, Danau Terindah & Terbesar Kebanggaan Indonesia

Jalanan pendakian Cangkuang, Cidahu

Jalanan pendakian Cangkuan, Cidahu dapat dibilang, menjadi trek unggulan para pendaki. Soalnya diperbandingkan dengan trek lainnya, trek ini lebih mempermudah pendaki dengan adanya toko makan, lahan terbuka, panorama air terjun dan Kawah Ratu yang melegenda.

Dengan kata lain, ketika melalui trek ini lo dapat menghilangkan lapar dan mendirikan kemah dengan gampang. Atau menyegarkan pikiran dengan estetika panorama alamnya.

Jalanan pendakian Curug Pilung, Giri Jaya

Kecuali kedua yaitu trek pendakian Curug Pilung, Giri Jaya yang berlokasi di wilayah liburan Curug Pilung, Desa Giri jaya, Cidahu, Sukabumi. Dengan trek ini, lo dapat hingga ke puncak dalam waktu sekitar 5 – 8 jam.

Di trek Curug Pilung, ada Pasareyan Eyang Santri yang kerap kali dikunjungi oleh para pendaki. Malahan itu, ada juga air terjun Curug Pilung yang cantik ideal di bawah lokasi pasareyan Eyang Santri.

Jalur apabila cuacanya baik, lo dapat mengamati panorama Gunung Pangrango dan Gunung Gede dengan benar-benar terang. Ditambah lagi, banyak pohon besar dan lebat di lereng-lerengnya.

Jalanan pendakian Kutajaya, Cimelati

Karena lo mau trek pendakian dengan waktu tempuh yang relatif singkat, sebaiknya pilih trek pendakian Kutajaya, Cimelati. Umumnya trek ini yaitu trek yang paling pendek diantara semuanya. Akan melainkan, lo wajib menyiapkan air minum yang cukup banyak sebab di trek ini tak ada sumber air.

Karena, para pendaki mengerjakan perjalanan pada pagi hingga siang hari supaya lebih aman. Umumnya di sepanjang jalan banyak percabangan, ditambah lagi pedoman penunjuk arah untuk menuju ke puncak benar-benar jarang dijumpai.

Nggak cuma itu, di sepanjang trek Kutajaya ini nggak ada daerah yang luas dan datar untuk mendirikan kemah. Paling baik, lo dapat mendirikan kemah berukuran kecil di sebagian pos.

Jalanan pendakian Pasir Reungit

Jalanan pendakian Pasir Reungit menjadi trek terpanjang karena lo wajib mengitari Kawah Ratu untuk hingga ke Puncak Salak I. Untungnya, di trek ini panoramanya nggak keok cantik dari trek Cidahu. Ditambah lagi, ada Kawah Mengumpet dan Kawah Anjing yang dapat dimanfaatkan pendaki sebagai sumber mata air ketika musim hujan.

Di sekitar Desa Pasir Reungit juga ada perkemahan serta tiga mata air, merupakan Curug Seribu, Curug Cigamea Satu, dan Curug Cigamea Dua. Dua Curug Cigamea ini mempunyai ketinggian sekitar 50 meter. Sementara Curug Seribu, tingginya sekitar 200 meter.

Ada juga Curug Kecuali yang letaknya cukup dekat dengan kampung Pasir Reungit. Curug ini memiliki ketinggian kurang lebih 20 meter dengan tumpahan air yang cukup lebar.

Juru Kunci, makam Kyai Eyang Santri, dan makam Muhammad Hasan Basri
Para pendaki yang datang ke Gunung Salak percaya bahwa untuk menjaga keamanan selama perjalanan, lo wajib senantiasa berdoa dan ada pantasnya minta izin terhadap Mbah Idim Dimyati. Beliau yaitu juru kunci gunung Salak.

Malahan itu, apabila via trek pendakian Curug Pilung, Giri Jaya, sempatkan berziarah di makam Kyai Eyang Santri serta Muhammad Hasan Basri.