Destinasi Tana Toraja dan Rekomendasi Tempat Wisata yang Menakjubkan

Wisata —Jumat, 8 Oct 2021 14:04
    Bagikan  
Destinasi Tana Toraja dan Rekomendasi Tempat Wisata yang Menakjubkan
Tana Toraja | Pinterest

TORAJA, JALANJALANAJA- Kabupaten Tana Toraja adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota dari kabupaten ini ada di kecamatan Makale. Tana Toraja memiliki luas wilayah 2.054,30 km² dan pada tahun 2021 memiliki penduduk sebanyak 270.489 jiwa dengan kepadatan 132 jiwa/km².

Tana Toraja merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang memiliki berbagai macam objek wisata yang mengagumkan.

Wisata alam yang eksotis maupun keragaman budayanya akan membuat wisatawan berdecak kagum. Tana Toraja dapat ditempuh melalui jalur darat maupun udara. Jalur darat biasanya akan memakan waktu 8 sampai 9 jam. Sementara, jika melalui jalur udara kemungkinan hanya memakan waktu satu jam saja.

Sesampainya di Tana Toraja, wisatawan akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan wisata. Berikut adalah rekomendasi wisata yang wajib masuk shortlist wisata Tana Toraja.

Baca juga: Wisata Taman Nasional Wakatobi: 5 Tempat Wisata Wakatobi yang Indah dan Wajib Dikunjungi

5 Tempat yang Wajib Dikunjungi Saat Berlibur di Tana Toraja

  • Gua Lemo

Instagram

Gua Lemo berupa tebing gunung yang digunakan warga sekitar untuk memakamkan keluarga atau saudaranya yang sudah meninggal. Jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah. Setelah membuat lubang di tebing gunung, peti tersebut disimpan di dalam lubang ini.

Tidak seperti makam pada umumnya, Lemo mudah diakses bagi khalayak umum. Tata cara pemakaman warga bangsawan Toraja yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk melihat langsung liang makam yang ada di dalam batu gua. Perbukitan kapur yang bercorak keputihan memberi rona warna tersendiri sehingga makam jauh dari kesan angker.

Ada ragam patung kayu yang menghiasi bukit makam. Bagi adat setempat, patung yang dibuat harus menyerupai orang yang sudah meninggal dan jasadnya dimakamkan ke dalam batu. Setiap keluarga memiliki tempatnya sendiri di dalam bukit, begitu juga dengan penataan patung kayu. Jika mereka sedarah dan memiliki ikatan keluarga, patung-patung tersebut dijejerkan dengan leluhurnya yang lebih dulu meninggal dunia.

Lokasi: Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.
Harga tiket: 20,000 IDR untuk tiga orang

Baca juga: Wisata Ke Pulau Komodo yang Merupakan Tujuh Keajaiban Dunia

  • Gumuk Pasir Sumalu

Instagram

Di Tana Toraja terdapat destinasi wisata berupa hamparan perbukitan pasir yang begitu apik. Gundukan pasir dengan bentuk melandainya akan memanjakan mata wisatawan seketika menatapnya.

Gumuk Pasir Sumalu, namanya dulu, Gumuk Pasir Sumalu sering disebut dengan nama Bukit Pa’buyan. Area pasir di sini mudah terbawa angin, sehingga dapat menciptakan pemandangan yang indah ketika dihembus angin.

Area pasir ini bukan sembarang gundukan, pasir yang mudah terbawa angin melukiskan pemandangan yang indah nan artistik. Tak ayal, jika berfoto di tempat ini selalu menghasilkan foto yang ciamik. Untuk sampai ke gumuk pasir, kamu harus menempuh perjalanan dari rute Rantepao dan memakan waktu lebih dari satu jam (jarak 25 kilometer).

Lokasi: Rantebua Sumalu, Rantebua, Toraja Utara, Sulawesi Selatan
Harga tiket: 10,000 IDR (parkir)

Baca juga: Panorama Indah Wisata Kawah Ijen: Rute dan Daya Tarik

  • Patung Yesus Buntu Burake

Pinterest

Pada dasarnya tempat ini merupakan objek wisata rohani untuk pemeluk agama Kristiani. Akan tetapi siapapun bisa menikmati pemandangan alam yang spektakuler dari jembatan kaca. Untuk mencapai ke bukit Buntu Burake, kamu menempuh perjalanan sekitar tujuh jam melalui jalan Poros Baru Makassar. Letak patung ini berada di kota Makale, tepat di atas bukit Buntu Burake. Dibangunnya patung ini mereplikasi gaya patung yang ada di Rio De Janeiro, Christ the Redeemer.

Dengan dibukanya area rohani ini, paling tidak wisatawan bisa menikmati ketinggian bukit dengan akses yang lebih mudah dan aman. Jembatan kaca yang mengelilingi patung merupakan jembatan kaca terpanjang yang ada di Indonesia, dengan panjang sekitar 90 meter. Berada di jembatan kaca ini, nuansanya seperti sedang melayang di atas ketinggian. Jika ingin menikmati pemandangan yang spektakuler, datanglah sepagi mungkin untuk melihat matahari terbit dengan gumpalan awan putih di sekitarnya.

Lokasi: Bukit Buntu Burake, Kota Makale, Sulawesi Selatan.
Jam buka: Setiap hari, 6.00-22.00 WITA
Tiket masuk: 50,000 IDR per orang

Baca juga: Pesona Destinasi Wisata Raja Ampat: Surga Bawah Laut Papua Indonesia

  • Bori Kalimbuang atau Bori Parinding

Pinterest

Kawasan Bori Kalimbuang mirip seperti Stonehenge. Bori Kalimbuang merupakan menhir yang dibuat saat persemayaman jenazah. Ukuran dan teknik pembuatan simbuang atau batu ini mencerminkan status sosial pemiliknya. semakin tinggi batu yang dibuat, semakin besar banyak kerbau yang dipakai saat upacara adat kematian dan semakin tinggi derajat kebangsawanan orang tersebut.

Butuh waktu tenaga yang amat banyak untuk menghasilkan batu seperti yang ada di Bori Kalimbuang. Harganya batunya kabarnya juga bersaing dengan sewa rumah. Wajar, untuk mendapat batu menhir tersebut, keluarga yang ditinggalkan harus meminta tolong atau membayar kuli untuk mengambil batu dari atas gunung dan dipoles sedemikian rupa. Kemudian batu digulung secara bergotong royong ke kompleks Bori Kalimbuang. Butuh puluhan orang yang bekerja untuk memoles hingga mengantarnya. Proses pengambilannya juga sulit dan berisiko tinggi. Apalagi kalau mendiang berasal dari orang kaya, ukuran batu mempengaruhi strata sosial semakin tinggi batu yang dibuat, semakin besar banyak kerbau yang dipakai saat upacara adat kematian dan semakin tinggi derajat kebangsawanan orang tersebut.

Lokasi: Bori, Sesean, Toraja Utara, Sulawesi Selatan
Harga tiket: Rp 5000 (parkir)

Editor: RAP
    Bagikan  

Berita Terkait