Wisata Andalan Gunung Bromo: Sejarah, Adat, dan Pesona Alam yang Indah

Wisata —Selasa, 5 Oct 2021 12:25
    Bagikan  
Wisata Andalan Gunung Bromo: Sejarah, Adat, dan Pesona Alam yang Indah
Gunung Bromo | Pinterest

MALANG, JALANJALANAJA- Gunung Bromo atau dalam bahasa Tengger dieja "Brama", adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Pesona Gunung Bromo yang indah tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga di banyak negara asing. Padang pasir, savana, dan kawah gunung berapi adalah beberapa panorama ikon Jawa Timur.

Keindahan ikon pariwisata Jawa Timur ini sudah terkenal di mancanegara. Gunung Bromo adalah gunung api aktif yang terletak di perbatasan kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo. Pesonanya membuat saya dan teman-teman ingin mengunjunginya.

Gunung Bromo juga termasuk dalam satu kawasan Bromo Tengger Semeru National Park, dimana terdapat beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi seperti, Gunung Semeru, Gunung Tengger, Gunung Batok, beberapa danau dan Gunung Bromo sendiri.

Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Bromo telah mengalami letusan dengan interval waktu yang teratur dalam 20 abad ini, yakni sekitar 30 tahun sekali. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974 dan kembali meletus di tahun 2010.

Pinterest

Baca juga: Pesona Teluk Hijau atau Green Bay Banyuwangi, Pasir Putih dan Air Hijau yang Menghipnotis Mata

Adat Gunung Bromo

Selain keindahan yang tersimpan di Gunung Bromo, Yadna Kasada atau Upacara Kasodo lah yang membuat Gunung Bromo menjadi tujuan destinasi utama setiap tahunnya. Upacara Kasodo digelar setiap tahun pada bulan purnama di bulan Desember atau January.

Asal muasal Upacara Kasodo ini bermula sejak abad ke-15 di mana diceritakan tentang seorang putri bernama Roro Anteng yang memimpin kerajaan Tengger dengan suaminya, Joko Seger. Pasangan ini tidak memiliki anak dan karena itu mereka berdoa dan memohon kepada dewa-dewa gunung untuk diberikan anak.

Dari permohonan mereka, dewa memberi 24 anak dan mewajibkan bagi mereka untuk mengorbankan anak ke 25 mereka untuk dilempar kedalam gunung berapi. Permintaan dewa inipun dilaksanakan sehingga menjadi tradisi sampai saat ini. Rakyat Tengger melakukan upacara Kasada dengan melemparkan hasil bumi ke dalam kawah Bromo sebagai ucapan syukur atas panen yang diterima dan sebagai permohonan untuk panen yang lebih melimpah di musim selanjutnya.

Meskipun penuh dengan bahaya, terdapat beberapa penduduk setempat yang mengambil resiko dengan naik dan turun ke kawah dalam upaya untuk mengambil kembali barang yang dikorbankan yang diyakini bisa membawa keberuntungan.

Pinterest

Baca juga: Pesona Pulau Weh Sabang: Surga Bawah Laut Sumatra

Pesona Gunung Bromo

Gunung Bromo menawarkan pemandangan alam yang asri, original dan menyegarkan jiwa. Destinasi wisata Gunung Bromo terdiri dari beragam keindahan alam khas pegunungan. Di sini, pengunjung bisa melihat perbukitan yang menghijau dengan rumput savana, mengelilingi lautan pasir yang membentang luas, hingga menikmati sunrise dari puncak gunung yang menakjubkan. 

Matahari Terbit Di Penanjakan

Sekitar pukul 15.00 kami berada di tempat untuk menyaksikan pesona Gunung Bromo dari ketinggian. Meski masih gelap, tetapi saya disuguhkan dengan siluet gunung dengan hamparan awan disertai bintang-bintang. Sekadar saran, jika Anda ingin menunggu matahari terbit di sini, ada baiknya mengenakan jaket tebal, kepala gigi, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu, karena udaranya sangat dingin.

Semakin lama, semakin banyak pengunjung yang datang ke tempat ini, baik asing maupun domestik. Mereka memiliki tujuan yang sama, menunggu terbitnya matahari pagi. Sekitar pukul 05.00 pagi, langit mulai melepaskan rona hingga oranye keemasan. Cahaya perlahan-lahan keluar.

Baca juga: Pesona Pantai Baru Bantul Yogyakarta: Rute, Fasilitas, dan Harga Tiket

Kawah Gunung Bromo

Pinterest

Selanjutnya, Jeep membawa kita ke tujuan kedua, yaitu kawah Gunung Bromo yang dapat dilihat dari puncaknya pada ketinggian 2.392 mdpl. Dari tempat parkir Jeep, saya lebih suka berjalan sekitar 1,5 km ke tangga. Jika Anda merasa lelah berjalan, kuda menyewa layanan sedang menunggu untuk membawa Anda. Anda sangat disarankan untuk menggunakan masker mengingat jalanan penuh debu dan pasir.

Pasir Berisik

Hamparan pasir pasir hitam yang luas dan indah di bagian timur Gunung Bromo adalah tempat berikutnya yang kami kunjungi. Karpet pasir yang dikenal sebagai Pasir Berbisik membentang ke luar membentuk lukisan garis yang indah. Selain itu, ketika kita mendekatkan telinga kita ke pasir, kita bisa mendengar bisikan. Lokasi ini semakin populer sejak menjadi lokasi syuting film “Pasir Berbisik” yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo.

Sabana

Tujuan berikutnya adalah sabana atau juga dikenal sebagai Bukit Teletubbies. Tempat yang terletak di kawah selatan Gunung Bromo, tepatnya di daerah Jemplang adalah hamparan rumput dengan luas sekitar 10 km2. Tempat ini memiliki suasana yang sejuk, sangat berbeda dari suasana gurun yang gersang.

Ini adalah pemandangan yang sempurna dan lengkap, dari indahnya matahari terbit, kemegahan Kawah Gunung Bromo, padang pasir, dan padang rumput.

Editor: RAP
    Bagikan  

Berita Terkait