Le Mans 24 Hours. Perlombaan Adu Ketahanan Tertua Didunia

Olahraga —Selasa, 28 Sep 2021 14:56
    Bagikan  
Le Mans 24 Hours. Perlombaan Adu Ketahanan Tertua Didunia
Le Mans 24 Hours. Perlombaan Adu Ketahanan Tertua Didunia/pinterest

JALANJALANAJA

Awal Tercipta

Le Mans 24 Jam (24 Heures du Mans dalam bahasa Prancis) adalah balapan ketahanan tertua, digelar sejak 1923 di kota Le Mans, Sarthe, Prancis. Dikenal sebagai Grand Prix of Endurance yang berarti Grand Prix Ketahanan, balapan itu di orgainisir oleh Automobile Club de l'Ouest (ACO) dan dilakukan pada sirkuit dengan jalur publik tertutup yang berarti tidak hanya menguji kekuatan sebuah mobil dan supirnya untuk kuat, tetapi juga untuk bertahan dalam waktu 24 jam.

Ide terciptanya balapan ini adalah disaat tiga tokoh balap pada masa itu saling bertemu pada  pameran otomotif Salon de L'Automobile di Paris tahun 1922. Tiga tokoh tersebut adalah Georges Durand, Charles Farouk dan Émile Coquille.

Idenya adalah menggelar balapan yang bukan lagi adu cepat, namun adu ketahanan antar mobil. Balapan ini juga adu kehandalan kualitas mobil seharian penuh nonstop, baik perangkat yang sudah dipasang maupun mencoba modifikasi dari pabrikan yang tentunya berguna untuk mobil pada ajang ini.

Baca juga: Suzuka 8 Hours, Perlombaan Adu Ketahan Sepeda Motor

Baca juga: TT Isle Of Man. Salah Satu Balapan Paling Berbahaya Diduinia

Ketiganya meracik regulasi dan ajangnya ini dinaungi oleh Automobile Club de L'Ouest (ACO). Trofinya disediakan oleh Coquille berupa trofi La Coupe Rudge-Whitworth yang menyandang nama perusahaan impor yang dipegang Coquille. Mereka bertiga sepakat yang boleh mengikuti balapan adalah mobil pabrikan berbodi touring, bukan mobil balap modifikasi seperti di Grand Prix F1, karena misi uji ketahanan mobil dan para pembalap, bukan siapa yang lebih cepat.

Akhirnya bisa terlaksana dengan nama resmi Grand Prix d’Endurance de 24 Heures dan digelar pada 26-27 Mei 1923. Debut balapan 24 jam itu kemudian diikuti 33 mobil dari 17 pabrikan yang masing-masing dikendarai dua pembalap secara bergantian.

Seri pertama 24 Hours of Le Mans itu juga jadi ajang uji coba starter mobil pertama. Sebelumnya, mobil-mobil yang ada dinyalakan dengan engkol, oleh karena para pembalap harus berlari ke mobil masing-masing dalam keadaan mati mesin saat start, dengan itu setiap mobil harus mampu mengembangkan sistem starternya sendiri dari masing-masing pabrikan.

Kala itu, balapan dimulai 26 Mei jam 4 petang dan berakhir 27 Mei di waktu yang sama. Pemenang pertamanya ialah André Lagache dan René Léonard yang mengendarai mobil Chenard-Walcker 3.0L S4 dan merampungkan 128 lap atau empat lap lebih baik dari duet Christian Dauvergne-Raoul Bachmann di mobil dengan merk yang sama.

Baca juga: Kualat! Benfica di Kutuk Puasa gelar Liga Champions Selama 100 tahun

Baca juga: Kutukan Dari Sulley Muntari Kepada Buffon yang Bahkan Ronaldo Pun Tak Sanggup Bantu Buffon

 Aturan masuk pitstop, mobil peserta baru diizinkan masuk pitstop untuk mengisi bahan bakar, mengganti ban, mengisi ulang oli, mengganti suku cadang, hingga bertukar pembalap, saat durasi balap sudah melewati satu jam. Karena, balapan yang punya nama asli “24 Heurs du Mans” itu bukan adu cepat, namun adu ketahanan mobil maupun pembalap karena harus non stop balapan 24 jam penuh.

Kisah yang Menjadi Inspirasi Pembuatan Film

Balapan ini juga yang menjadi inspirasi film Ford VS Ferrari. Dimana saat itu penjualan mobil pabrikan Ford, kala itu (1963) tengah lesu. Ada seorang petinggi Ford, Lee Iacocca yang berani mencetuskan ide anti-mainstream , yaitu Ford ikut ajang balap paling prestisius 24 Hours of Le Mans. Iacocca yakin jika bisa menang, penjualan mobil akan kembali membaik dan berbanding lurus dengan prestasinya di lintasan balap ketahanan mobil tersebut.

Masalahnya, saat itu balapan Le Mans 24 Jam tengah didominasi Ferrari. Henry Ford II semakin kesal kala Enzo Ferrari menolak pabrikan mobil berjuluk “kuda jingkrak” itu dibeli oleh Ford. Tak ada kata lain buat Ford selain harus membalas di atas lintasan balap. Pada akhirnya Ford membuktikan mega proyek mereka pada Ferrari, bahwa mobil Ford tak seburuk yang dikatakan.

Baca juga: “Cinta Bertepuk Sebelah Tangan” Kisah Sir Alex yang Ditolak 3 Pemain Asal Italia

Baca juga: “Parkir Bus” Teknik Andalan Dari Sang Jenius Jose Mourinho

Editor: Ilham
    Bagikan  

Berita Terkait