Karena Kreditan Panci, Seorang Ibu Rumah Tangga di Pangandaran Tewas Pasca Cekcok dengan Suami

News —Selasa, 28 Sep 2021 21:23
    Bagikan  
Karena Kreditan Panci, Seorang Ibu Rumah Tangga di Pangandaran Tewas Pasca Cekcok dengan Suami
Karena Kreditan Panci, Seorang Ibu Rumah Tangga di Pangandaran Tewas Pasca Cekcok dengan Suami/postpangandaran

PANGANDARAN, JALANJALANAJA

Seorang ibu rumah tangga Kiki Karwi (47) warga Dusun Cipari, RT 001/ 002 Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia, pada Senin 27 September 2021 malam.

Perempuan itu diketahui meninggal dunia setelah sebelumnya cekcok dengan suaminya Ade Ahdia (47) yang merupakan buruh pabrik penggilingan padi.

Kematian ibu rumah tangga itu sempat mengejutkan tetangga sehingga warga sekitar terus berdatangan kerumah korban.

Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya korban. Namun, warga saat memeriksa korban menemukan beberapa luka lebam seperti bekas benturan benda tumpul. Setelah tim medis dari Puskesmas Cikembulan dan pihak Kepolisian tiba dilokasi langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD Pandega untuk dilakukan visum.

Saat ditemui di Mapolsek Sidamulih, Ade Ahdia, suami Kiki (Korban,red) menceritakan, bahwa percekcokan antara dirinya dengan korban (istri,red) akibat korban kredit panci yang tidak diketahui oleh dirinya.

"Setelah penagih hutang pulang, saya tanya sama istri, "Mah ini berapa bulan kredit panci" dia jawab 10 bulan, saya bilang kok mahal banget," ujarnya kepada POSTPANGANDARAN di Mapolsek Sidamulih, Senin 27 September 2021 malam.

Baca juga: Resep dan Cara Untuk Membuat Makaroni Schotel Kukus

Baca juga: Mitos Tali Pocong yang Sempat Heboh

Setelah itu, dia menyarankan kepada korban kalau mau beli apapun bentuknya dirundingkan dulu dengan suami jangan sampai suami tidak tahu istri kredit barang.

"Karena dia (korban) gak terima di tegur sama saya, akhirnya kami pun cekcok mulut dengan nada keras," akunya.

Saat ditanyakan apakah pelaku melakukan tindakan kekerasan, Ade membantah, bahwa dirinya tidak melakukan kekerasan terhadap istrinya, terkait luka lebam, Ade mengakui menarik tangan korban saat korban hendak kabur kerumah adiknya.


"Saya tidak melakukan kekerasan baik pakai benda tajam maupun tangan, tadi itu dia (korban) mau kabur kerumah adiknya, kemudian saya tarik tangannya hingga dia jatuh dan mukanya kena lutut, kalau luka lebam dipunggung mungkin kena batu saat korban jatuh dan pingsan," bantahnya.

Lantaran korban tak sadarkan diri, Ade mengaku, membawa korban kedalam rumah dan menidurkan korban di ruang tengah rumah.

"Setelah itu saya naik motor menuju warung mang Komar, setelah ketemu dengan komar saya menyuruhnya untuk pulang dulu kerumah, dan saya pun langsung pulang lagi kerumah," tutur Ade.


Tidak lama kemudian, aku Ade, Komar tiba dirumahnya dan langsung meriksa kondisi istrinya yang tergeletak di ruang tengah. Kagetnya, saat komar menyatakan bahwa istrinya sudah meninggal dunia.

Baca juga: Le Mans 24 Hours. Perlombaan Adu Ketahanan Tertua Didunia

Baca juga: Suzuka 8 Hours, Perlombaan Adu Ketahan Sepeda Motor

"Saat diperiksa mang Komar, katanya istri saya sudah meninggal, saya awalnya tidak tahu, saya menyangka korban hanya pingsan doang," ungkapnya.

Ade mengakui, sejak menjalin rumah tangga dengan korban sekitar 3 tahun lebih selalu diwarnai percekcokan.


"Kalau sering sih tidak, tapi dalam setiap bulannya memang selalu ada percekcokan, keributan dalam rumah tangga kami dilatarbelakangi dari faktor pekerjaan ataupun ekonomi," paparnya.

Ade mengaku menyesal lantaran cekcok dengan istrinya hingga berujung kematian.

"Saya nyesal, tapi mau gimana lagi nasi sudah menjadi bubur," tutupnya.

Sementara itu, Pihak kepolisian hingga berita ini ditayangkan belum memberikan keterangan resmi lantaran masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap suami korban. Bahkan polisi juga langsung memasang police line di sekeliling rumah korban. (Deni)

Baca juga: Tahukah Anda Ternyata Warna Bulu Pada Kucing memiliki Filosofi yang Bermanfaat

Baca juga: Bukit Bintang Lembang, Pesona Malam Dengan Romansa Penuh Keindahan Langit Kota Bandung


Sumber : postpangandaran.com

Editor: Ilham
    Bagikan  

Berita Terkait