Daerah Parigi Pangandaran Krisis Air Bersih

News —Rabu, 15 Sep 2021 18:51
    Bagikan  
Daerah Parigi Pangandaran Krisis Air Bersih
Daerah Parigi Pangandaran Krisis Air Bersih/Pinterest

PANGANDARAN, JALANJALANAJA.COM

Suplai air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Prabawa Mukti wilayah Parigi,Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terpaksa dilakukan sistem buka tutup. Kondisi tersebut dilatarbelakangi dari adanya kerusakan mesin pompa air, sehingga pendistribusian air untuk sementara mengalami kendala.

Salah seorang petugas PDAM Tirta Prabawa Mukti Kantor Perwakilan Parigi Egi membenarkan, adanya keterlambatan pendistribusian air kepada para pelanggan PDAM.

"Kami mohon maaf karena ada kendala teknis dalam pendistribusian air PDAM ke pelanggan," ucap Egi Selasa 14 September 2021.

Egi menambahkan, pompa mesin air yang saat ini digunakan hanya satu pompa.

"Sementara ada perubahan pendistribusian air beberapa hari sambil menunggu mesin pompa normal kembali," katanya.

Layanan suplai air dimulai jam 03:30 WIB hingga jam 11:00 WIB ke wilayah perkotaan Parigi.

Sementara dari jam 11:00 WIB hingga jam 14:00 WIB ke wilayah Pasirkiara. Sedangkan dari jam 14:00 WIB hingga jam 20:00 WIB ke wilayah perkotaan.

Untuk jam 20:00 WIB hingga jam 01:00 WIB ke wilayah Pasirkiara dan jam jam 01:00 WIB tidak ada suplai air. Sementara pelanggan PDAM keluhkan distribusi air yang sering tidak normal.

Keluhan tersebut mengemuka setelah hampir lima hari distribusi air PDAM ke rumah pelanggan sering terhambat.

Baca juga: Ternyata Jonathan Bauman Pemain Argentina Keempat di Persib Bandung

Baca juga: Indahnya Wahana Air Sungai Elo Untuk BodyRafting & Arum Jeram yang Segar dan Mendebarkan



Seorang pelanggan PDAM asal Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran Robiah (50) mengaku harus rela mandi ke saudaranya di daerah Parigi karena pendistribusian air ke rumahnya tidak lancar.

"Kejadian keterlambatan pendistribusian air PDAM bukan terjadi saat ini saja, sebelumnya juga sering terjadi," sebutnya.

Robiah menambahkan, pelanggan sebagai pengguna air sudah taat dan sadar dengan pembayaran air PDAM yang digunakan setiap bulan.

"Bahkan jika pelanggan terlambat membayar ada denda senilai Rp10.000, harusnya pihak PDAM memberikan layanan terbaik untuk pelanggan," tambahnya.

Dijelaskan Robiah, hampir selama lima hari dalam minggu ini aktivitas warga dirumah banyak yang terbengkalai.

"Sejak air PDAM tidak normal cucian pakaian dan cucian peralatan sisa makan juga menumpuk," jelasnya.

Terlebih dari itu, jika pagi-pagi saat anak-anak mau berangkat ke sekolah harus numpang mandi ke tetangga yang memiliki sumur.

"Kami harap ada pelayanan yang maksimal untuk pelanggan PDAM supaya aktivitas dirumah lancar," pungkasnya. (Deni)


Baca juga: Indahnya Wahana Air Sungai Elo Untuk BodyRafting & Arum Jeram yang Segar dan Mendebarkan

Baca juga: Sesuai Intruksi Mendagri, Kota Banjar Masuk PPKM Level 2


SUMBER, DEPOSTPANGANDARAN.


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait