Apa itu Psikopat?

Kesehatan —Senin, 29 Nov 2021 13:05
    Bagikan  
Apa itu Psikopat?
image/pinterest

JALAN-JALAN AJA

Peran seorang psikopat sering kali ditemukan di sebuah film mau pun tv series, baik sebagai antagonis mau pun peran non-hero. Namun seberapa akurat kah gambaran media populer tentang sang psikopat ini?

Rasa empati dan simpati adalah sebuah rasa yang mendasar pada diri kita yang membuat kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Jika teman kita sedang senang, kita ikut senang. Jika teman kita sedang bersedih, kita ikut bersedih dan berusaha menghiburnya.

Tapi tahu kah kamu ada beberapa orang yang bahkan tidak memiliki rasa empati dan simpati? Dia tidak bisa merasakan perasaan senang, sedih, takut atau pun bersalah dengan apa yang telah ia perbuat. Seseorang itu dinamakan psikopat.

Apa yang membuat seseorang menjadi psikopat?

Kalian pasti memiliki berbagai pertanyaan mengenai psikopat ini. Apa hal yang membuat seseorang menjadi spikopat? Apa yang membuatnya bersifat begitu dingin? Apakah semua psikopat berbahaya? Mari kita cari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu.

Apabila kita mengacu pada DSM-V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, fifth Edition) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA), kata Psiopati bahkan tidak tercatat didalamnya. Jadi dari segi psikologi klinis, psikopati itu tidak ada dan belum pernah ada yang didiagnosis menyandang psikopatis.

Istilah psikopat lebih diakui di dunia kriminologi dan forensik. Dimana istilah psikopat sering digunakan untuk gambarkan sebagai sebuah dimensi kepribadian. Meskipun begitu, sifat-sifat orang psikopat sering kali ditemukan pada seseorang yang menyandang Anti Social Personality Disorder gangguan kejiwaan yang dikenal juga dengan istilah Sociopath.

Baca juga: Resep Makanan Ikan Woku Belanga Khas Minahasa yang Kaya Akan Rempha-rempah

Baca juga: Resep Makanan Srabi Solo Manis dan Beragam

Bagaimana mengetahui gejala seorang psikopat?

Cara untuk mengetahu gejala-gejala yang dialami oleh psikopat adalah dengan menggunakan sebuah test yang bernama CPR-L (Psychopaty Check List – Revised). Test ini terdiri dari 20 macam sifat yang kemudian diberi nilai dari 0 hingga 2. Tergantung pada kecocokannya dan kepribadian orang yang di test. Jika seseorang mendapatkan nilai 30 atau lebih dari total semua pertanyaan, maka orang itu bisa dikategorikan sebagai psikopat.

20 sifat tersebut digolongkan menjadi 2 faktor.

  1. Sifat-sifat manipulatif

Kecerdikan, suka berbohong, manipulatif, besar kepala, tidak punya rasa bersalah, dangkal secara emosional. Sifat ini disebut sebagai sifat inti seorang psikopat.

  1. Sifat-sifat yang berhubungan dengan kehidupan antisosial

Mudah bosan, gaya hidup parasitik, tidak memiliki rencana hidup, impulsif, tidak bertanggung jawab, kurang kendali atas tindakan. Sifat inilah yang berhubungan dengan sifat antisosialnya.

Dengan beberapa gejala di atas, bisa jadi seseorang menyandang psikopat dan ASPD. Namun tidak semua penyandang ASPD adalah psikopat dan begitu pula sebaliknya.

Penyandang psikopat secara umum tidak mampu atau kurang bisa berempati, kekurangan bisa merasakan simpati dan respon yang lambat dalam memberikan ekspresi. Seorang yang menyandang psikopat juga mempunyai kecenderungan dalam memanipulasi dan memanfaatkan orang lain.

Apakah semua psikopat berbahaya?

Jawabannya adalah tidak semua psikopat berbahaya. Walaupun sifat-sifatnya membuatnya memiliki kecenderungan untuk bertindak kriminal. Sebuah riset membuktikan bahwa seorang penyandang psikopat yang “sukses” juga ada. Riset dengan 1000 orang remaja membuktikan bahwa beberapa dari mereka lama kelamaan dapat meredam rasa anti sosialnya. Walaupun ini bukan berarti mereka bisa merasakan empati, setidaknya mereka bisa mengikuti norma sosial yang ada dan tidak menyakiti orang.

Mohon diperhatikan untuk tidak mendiagnosa diri sendiri sebagai seorang psikopat hanya karena merasa memiliki sifat dari beberapa gejala yang disebutkan. Jika kamu atau orang sekitarmu ada yang memiliki gejala seperti yang disebutkan, segeralah berkonsultasi pada tenaga profesional agar mendapatkan perlakuan yang intensif./Reg.

Baca juga: Ditiya Nur Oktavia atau Iyut Rilis Single Ke 2 Berjudul BERBAGI CINTA

Baca juga: Wisata Berlibur Pantai Ujung Genteng Sukabumi


Editor: Regina
    Bagikan  

Berita Terkait